– Guangzhou Award (penghargaan inovasi kota dunia)
– OECD-OPSI (Observatory of Public Sector Innovation)
“Ide yang brilian tidak akan terlihat jika tidak didukung oleh pendokumentasian yang baik. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pendampingan ini dengan serius agar skor Indeks Inovasi Daerah kita meningkat,” ungkapnya.
Sekda: Target Skor 60+, Naik Kelas Jadi “Sangat Inovatif”
Baca Juga : Pendaftaran Budi Sudarsono Cup III – 2025 Resmi Dibuka!
Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, membuka acara dengan instruksi tegas. Ia meminta seluruh perangkat daerah memaksimalkan Gedung Pinisi sebagai pusat kolaborasi tanpa sekat birokrasi.
Targetnya? Skor indeks inovasi Bulukumba tahun ini melonjak melewati angka 60,00.
“Tahun lalu kita berada di peringkat 90 kategori Kabupaten Inovatif. Tahun ini, dengan adanya tambahan energi inovasi dari berbagai lini, kita harus naik kelas menjadi ‘Sangat Inovatif’. Potensi kita besar, jangan lagi terhambat oleh ego sektoral,” ujar Sekda dalam arahannya.
Baca Juga : Hanya 94 dari 13 Ribu—Apa Istimewanya CPNS Kemenekraf
iCafe Hybrid Hub: Dukungan untuk Hackathon 2026
Menutup rangkaian seremonial, Ketua TIM iCafe Hybrid Hub Ubayd Mantsur bersama empat anggota ICafe menyerahkan cendramata kepada Pemkab Bulukumba.
Penyerahan ini sebagai bentuk permohonan dukungan untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Digital PIDI DIGDAYA – Hackaton 2026. Langkah ini sejalan dengan fokus utama daerah dalam membangun ekosistem kolaborasi dan hub digital melalui Innovation Cafe (iCafe).
Baca Juga : Penundaan Pengangkatan ASN 2024, Ombudsman Sulsel Soroti Dampak dan Hak Peserta
Kegiatan coaching clinic ini diharapkan menjadi titik balik bagi setiap instansi di Bulukumba. Birokrasi dituntut lebih lincah dan cerdas dalam melahirkan solusi bagi masyarakat melalui budaya inovasi.
Dengan modal 101 inovasi dari CPNS baru dan 22 inovasi yang sudah mendunia, optimisme Bulukumba meraih predikat “Sangat Inovatif” bukanlah sekadar angan-angan.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
