HARIAN.NEWS, JAKARTA – Informasi mengenai rencana pelaporan terhadap Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie oleh aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam beredar luas melalui Grup Pers Nusantara dalam bentuk undangan liputan untuk media.
Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat akan mengajukan laporan resmi ke Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026), terkait dugaan narasi provokatif atas beredarnya potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di media sosial.
Baca Juga : Jusuf Kalla Diduga Difitnah, Din Syamsuddin Sebut Ormas Islam Siapkan Gugatan ke Sejumlah Figur Publik
Aliansi menilai penyebaran video yang disertai narasi tertentu oleh sejumlah tokoh publik tersebut telah memicu kegaduhan di ruang digital, menimbulkan pertentangan di masyarakat, serta berpotensi mengganggu persatuan nasional dan harmoni antarumat beragama.
“Sehubungan dengan beredarnya video potongan ceramah Pak Jusuf Kalla yang diupload melalui media sosial dan narasi dugaan penghasutan atau provokasi oleh Permadi Arya alias Abu Janda, Ade Armando, dan Grace Natalie, tindakan tersebut telah menimbulkan kegaduhan serta dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian isi undangan yang diterima melalui Grup Pers Nusantara, Minggu (3/5).
Adapun agenda pelaporan dijadwalkan berlangsung:
Baca Juga : Wapres Gibran: Pak JK Senior Saya, Idola Saya
Hari/Tanggal: Senin, 4 Mei 2026
Waktu: Pukul 13.00 WIB
Tempat: Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Undangan tersebut juga mencantumkan sejumlah pihak yang tergabung dalam koalisi, di antaranya LBH Hidayatullah, LBH Muhammadiyah, KAHMI, LBH SI, serta LBH SEMMI.
Koordinator dan juru bicara aliansi menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan bentuk upaya menjaga stabilitas sosial serta mencegah berkembangnya informasi yang dinilai dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
Baca Juga : Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Pemangkasan Anggaran di Tengah Krisis Global
Rencana pelaporan ini diprediksi akan menyita perhatian publik, mengingat tokoh-tokoh yang disebut dalam laporan merupakan figur yang aktif dalam perdebatan sosial-politik nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terlapor terkait agenda pelaporan tersebut.
Sementara itu, aliansi berharap aparat penegak hukum dapat memproses aduan secara profesional dan objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga : Jusuf Kalla Angkat Suara soal Pertamina Pride dan Gamsunori yang Tertahan di Selat Hormuz
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

