HARIAN.NEWS,PEKANBARU – Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang lansia perempuan di Rumbai Pesisir, Pekanbaru, akhirnya terungkap. Polisi menangkap empat pelaku, termasuk menantu korban sendiri yang menjadi otak kejahatan.
Korban bernama Dimaris Isni Sitio (60) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kurnia 2, kawasan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau. Polresta Pekanbaru menggelar konferensi pers pada Minggu (3/5) untuk mengungkap detail kasus ini.
Baca Juga : Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Konferensi Pers Digelar Siang Ini
Menurut Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Muharman, pelaku berjumlah empat orang – dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah AFT, SL, EW, dan L. “AFT masih memiliki hubungan sebagai menantu korban,” ujar Muharman di hadapan awak media.
Motif Ganda: Sakit Hati dan Ekonomi
Dari hasil penyelidikan, terungkap dua motif utama: sakit hati yang berkepanjangan dan keinginan menguasai harta benda korban.
Baca Juga : Minta Dinikahi karena Hamil: Terungkap Motif Pelaku Tusuk Gadis 19 Tahun Sebanyak 79 Kali
AFT mengaku selama bertahun-tahun tinggal bersama mertuanya selalu dimarahi dan diperlakukan tidak baik. “Motifnya sakit hati. Pelaku mengaku selama tinggal bersama korban sering dimarahi dan diperlakukan tidak baik,” jelas Muharman.
Tidak hanya dendam pribadi, para pelaku juga berniat menguasai aset-aset berharga milik Dimaris. “Selain sakit hati, ada juga motif ekonomi, yaitu ingin menguasai harta benda korban,” tambahnya.
Eksekusi Biadab dengan Balok Kayu
Baca Juga : Polisi Tangkap Enam Pelaku Pembunuhan Perantau Jawa di Bulukumba
Dalam aksinya, SL – satu dari empat pelaku – bertindak sebagai eksekutor. Ia memukul kepala korban berulang kali menggunakan balok kayu hingga Dimaris tewas seketika.
“Setelah itu, para pelaku mengambil barang berharga milik korban dan melarikan diri,” kata Muharman.
Polisi belum merinci barang apa saja yang dicuri, namun diduga berupa perhiasan, uang tunai, dan dokumen berharga lainnya.
Baca Juga : Icha Wanita Asal Toraja Dihabisi Pendeta Rudolf: Bukan Pendeta Tetap
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

