HARIAN.NEWS, KALBAR – Lebih dari seratus orang murid SMA Negeri 1 Mempawah, Kalimantan Barat terancam tak bisa mengikuti test Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) akibat kelalaian gurunya sendiri.
Sorotan itu ditujukan kepada Wakil Kepala (Wakepsek) SMAN 1 Mempawah yakni Febrini melakukan kesalahan karena telat melengkapi di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) karena diduga sibuk membuat konten di akun media sosialnya.
Baca Juga : Meta dan Google Melanggar PP Tunas, Menkomdigi Kirim Surat Panggilan
Akhirnya, bersama beberapa guru lainnya. Febrini mengumumkan ratusan murid yang masuk dalam daftar Eligible agar mengikuti bimbingan selama tiga bulan dan akan melaporkan masalah itu ke Dinas Pusat.
“Secara pribadi saya meminta maaf kepada para siswa dan saya merasa bersalah atas kesalahan ini,” akunya di depan para murid yang terus menyoraki guru berjilbab tersebut, Rabu (5/2/2025).
Karena sudah bikin kesalahan fatal, Ia menyampaikan bahwa masalah tersebut telah didiskusikan kepada sejumlah unsur dari pihak sekolah.
Baca Juga : PP Tunas 2026 Berlaku, Orang Tua Wajib Tahu Aturan Baru Medsos Anak
“Saya telah berdiskusi dengan pihak sekolah agar siswa eligible mengikuti bimbel selama tiga bulan dan itu dibiayai oleh pihak sekolah,” kata Febrini.
Selain bimbel, Febrini juga akan melakukan koordinasi dengan admin pusat (PDSS).
“Solusi kedua, Kami akan melanjutkan ke admin pusat besok (Kamis, 6 Februari) InsyaAllah untuk memberikan esensi berikutnya dengan pihak sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga : Viral Mukena Pink: Warganet Buru Link Asli, Ternyata Hanya Ilusi Digital
“Kemudian InsyaAllah besok juga ada perwakilan dari tim Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah akan berangkat Jakarta untuk menghadap ke admin pusat,” sambung Febri.
Di moment tersebut juga, terekam para murid SMAN 1 Mempawah terus-terusan menyoraki Febrini dan menyinggung dirinya hanya sibuk membuat kontek medsos di akun pribadi TikToknya. Lantas ia pun langsung kembali meminta maaf atas kesalahannya karena abai memasukkan data para murid didiknya tersebut.
“Intinya di sini saya meminta maaf kepada semua siswa dan mengaku bersalah,” tuturnya.
Baca Juga : Akuisisi Tokopedia Bermasalah, TikTok Nusantara Tersandung Sanksi KPPU
Akibat kelalaian ini, Febrini harus mengorbankan 115 orang murid SMAN 1 Mempawah di Provinsi Kalimantan Barat yang tidak bisa diikutkan dalam SNBP di perguruan tinggi nantinya.
PENULIS: MUH YUSUF YAHYA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

