Iran Dipaksa Keluar AS, Ghalenoei: Kami Paling Tertindas
HARIAN.NEWS,JAKARTA – Piala Dunia 2026 baru saja bergulir, tetapi drama politik dan logistik sudah mewarnai turnamen. Timnas Iran, yang bertanding di Grup G, justru mengalami pengalaman pahit di luar lapangan: mereka diusir dari Amerika Serikat segera setelah laga pembuka usai.
Baca Juga : Drama Grup H: Uruguay vs Arab Saudi Berakhir Seri
Setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Stadion SoFi, Los Angeles, skuad Iran tidak diberi waktu untuk memulihkan diri. Mereka diperintahkan untuk segera terbang kembali ke Tijuana, Meksiko– markas kamp pelatihan mereka – pada malam itu juga.
Persiapan Penuh Halangan
Perjalanan Iran menuju Piala Dunia 2026 memang bukan jalan mulus. Sejak awal, tim asuhan Amir Ghalenoei menghadapi masalah visa di AS yang memaksa mereka memindahkan kamp pelatihan ke Meksiko. Bahkan, sempat ada keraguan apakah Iran bisa berpartisipasi di turnamen 48 tim ini.
FIFA sempat menolak permintaan Iran untuk memindahkan tiga laga grup ke Meksiko dengan alasan logistik. Akibatnya, para pemain harus bolak-balik AS-Meksiko hanya untuk bertanding.
Baca Juga : Belgia vs Mesir 1-1: Gol Bunuh Diri Jadi Penyelamat
Protes Ghalenoei: Kami Tim Paling Dirugikan!
“Tepat setelah pertandingan, mereka memberi tahu kami: ‘Kalian harus segera pergi’,” ujar Ghalenoei dengan nada kesal, dikutip dari Sportbible.
Padahal, menurutnya, pemulihan fisik setelah laga adalah hal krusial. “Kami disuruh naik pesawat dan kembali ke Tijuana. Ini benar-benar menimbulkan banyak masalah. Mereka menekan kami untuk kembali lebih awal, terus-menerus menciptakan lebih banyak kesulitan dan hambatan. Tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan tekad kami,” tegasnya.
Baca Juga : Spanyol Dikandaskan Tanjung Verde 0-0
Pelatih berusia 60 tahun itu bahkan menyatakan Iran adalah tim yang paling menderita ketidakadilan di turnamen ini. “Awalnya, kami diizinkan tiba dua malam sebelum pertandingan, tetapi kemudian tidak disetujui. Kami juga berencana menginap di sini setelah laga untuk istirahat, tapi itu juga ditolak. Federasi kami tidak ada di sini, media nasional kami tidak ada, manajemen juga tidak ada. Saya pikir tim kami adalah tim paling dirugikan di Piala Dunia ini,” tambahnya.
Infantino Datang: “Kalian Menulis Sejarah!”
Di tengah kekecewaan, momen tak terduga datang. Presiden FIFA Gianni Infantino langsung menuju ruang ganti Iran setelah peluit panjang berbunyi. Tanpa ragu, ia memberi semangat kepada para pemain yang frustrasi.
Baca Juga : Tak Rayakan Gol ke Tunisia, Ini Sosok Yasin Ayari
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
