HARIAN.NEWS, JAKARTA — Kemenangan dramatis Timnas Maroko atas Belanda melalui adu penalti 3-2 di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026), tidak hanya mengantar mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Laga panas tersebut juga menjadi panggah pembuktian bagi skuad berjuluk Atlas Lions atau Singa Atlas.
Baca Juga : Adu Penalti, Maroko Tendang Belanda dari Piala Dunia
Melaju ke fase gugur untuk menantang Kanada pada 4 Juli mendatang, rasa penasaran publik global pun mencuat: Apa sebenarnya makna di balik julukan Singa Atlas yang melekat kuat pada tim asal Afrika Utara ini?
Makna Filosofis di Balik Singa Atlas
Secara ilmiah, Singa Atlas atau Panthera leo leo adalah subspesies kucing besar yang mendiami kawasan pegunungan dan hutan Afrika Utara, khususnya di Pegunungan Atlas hingga pesisir Mediterania Maroko, Aljazair, dan Tunisia.
Baca Juga : Brasil Lolos Dramatis ke 16 Besar, Jepang Tumbang Menit 90+6
Julukan ini bukan sekadar frasa pencitraan. Bagi masyarakat Berber, Singa Atlas dihormati sebagai simbol otoritas kerajaan dan perlindungan.
Sifat garang, kuat, dan pemberani inilah yang coba ditranslasikan ke dalam permainan timnas Maroko di atas lapangan hijau, layaknya ketika mereka menahan gempuran Belanda hingga titik darah adu penalti.
Fakta Ilmiah: Raja Hutan yang Punah
Baca Juga : Kanada ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Afrika Selatan
Di balik kebanggaan yang menggema di Piala Dunia 2026, tersimpan cerita kelam. Singa Atlas kini telah dinyatakan punah di alam liar.
Marrakech Camel Trips mencatat, satwa ini merupakan salah satu kucing besar terbesar di dunia. Singa jantan dewasa memiliki panjang tubuh 2,5 hingga 3 meter dengan bobot mencapai 150 hingga 250 kilogram.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
