Logo Harian.news

Barru Gelar Rembuk Tani, Diharapkan Jadi Ruang Solusi Petani Desa dan Pengusaha

Editor : Rasdianah Rabu, 23 April 2025 20:29
Persiapan Rembuk Tani yang akan digelar Kamis (24/4/2025) besok di Barru. Foto: dok
Persiapan Rembuk Tani yang akan digelar Kamis (24/4/2025) besok di Barru. Foto: dok
APERSI

HARIAN.NEWS, BARRU – Kabupaten Barru akan menjadi tuan rumah kegiatan Forum Rembuk Tani Andalan Hati, sebuah agenda strategis yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mendorong percepatan swasembada pangan nasional.

Acara yang dipusatkan di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Barru ini, akan digelar Kamis, (24/4/2025) besok, dengan mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Lahan Menuju Swasembada dan Ketahanan Pangan,”.

Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi akan menjadi wadah dialog yang melahirkan rekomendasi-rekomendasi nyata untuk meningkatkan taraf hidup petani dan memaksimalkan potensi lahan desa,” ujar Koordinator Relawan Andalan Hati, Muhammad Yusuf Ali, Rabu (23/4/2025).

Yusuf menambahkan, rembuk tersebut akan dihadiri 55 desa di Kabupaten Barru dijadwalkan hadir bersama para petani setempat.

Sehungga, Rembuk Tani tersebut sangat penting sebagai ruang bersama untuk menyatukan pandangan dan membangun strategi yang konkret.

Baca Juga : Ramadan Berkah di Barru, Bosowa Salurkan 1.000 Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

“InsyaAllah seluruh perangkat desa di Kabupaten Barru akan hadir,” ujarnya.

Forum Rembuk Tani ini juga akan menjadi momen deklarasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, salah satu instrumen yang diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Relawan Andalan Hati sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang pangan yang dicanangkan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sekaligus menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan kemandirian pangan nasional.

Baca Juga : Semen Bosowa Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Barru

Sementara itu, Kepala Desa Jangan-Jangan, Rahmansyah, menyambut antusias kehadiran Forum Rembuk Tani di desanya.

“Kita berharap diskusi yang berlangsung bisa menjadi solusi nyata atas berbagai problematika pertanian yang selama ini dihadapi masyarakat desa, mulai dari persoalan air, pupuk, hingga pemasaran hasil panen,” ujar Rahmansyah.

“Petani kita butuh pendampingan dan kepastian. Dengan adanya rembuk tani ini, kami berharap semua lapisan-baik pemerintah, relawan, maupun petani-bisa saling bergandengan tangan membangun ketahanan pangan dari desa,” lanjut Rahmansyah.

Baca Juga : Bosowa Peduli Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk 15 Desa di Barru

Koordinator Forum Komunikasi Andalan Hati, Haeruddin Nurman yang juga sebagai inisiator Rembuk Tani ini mengatakan Kabupaten Barru merupakan daerah kedua di Sulawesi Selatan yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.

“Sebelumnya kegiatan serupa juga telah sukses digelar di Kabupaten Maros. Insya Allah selanjutnya, forum rembuk tani ini akan terus bergulir ke berbagai daerah lain di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rembuk tani dipastikan menjadi forum dialog produktif antara para pemangku kepentingan desa dan petani, serta menghadirkan perwakilan dari unsur pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Mereka akan berdiskusi dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi sektor pertanian, mulai dari pengelolaan lahan, akses teknologi, pupuk, hingga pendanaan,” ujar Elu, sapaannya.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda