Deng Kio tampak berpikir sejenak.
“Berarti yang harus dihemat bukan cuma yang pakai subsidi?”
Mas Bro langsung menggeleng.
“Semua harus hemat. Mau pakai BBM subsidi atau non-subsidi, tetap saja sumbernya terbatas. Kalau bukan sekarang kita jaga, nanti kita yang repot.”
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Tiba-tiba dari meja sebelah, suara khas logat Makassar ikut nimbrung.
“Betul itu! Jangan mentang-mentang mampu, jadi boros!”
Ketiganya menoleh. Ternyata Daeng La’lang, sohib setia yang terkenal suka nyeletuk.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi
“Mobil besar isi penuh, tapi isinya cuma satu orang. Itu namanya bukan jalan, tapi pamer,” lanjut Daeng La’lang santai.
Om Haria langsung tertawa.
“Wah, kena juga itu yang hobi keliling tanpa tujuan.”
Deng Kio menimpali,
“Kadang bukan butuh jalan, tapi butuh dilihat.”
Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali
Mas Bro menghela napas pelan.
“Padahal hemat BBM itu sederhana. Kurangi perjalanan yang nggak perlu, rawat kendaraan, dan jangan gaya hidup lebih besar dari kebutuhan.”
Daeng La’lang kembali nyeletuk,
“Kalau bisa dekat, kenapa harus jauh? Kalau bisa hemat, kenapa harus nekat?”
Suasana warkop langsung pecah dengan tawa.
Baca Juga : EGM Pertamina Patra Niaga Sulawesi Apresiasi Polda Bongkar Kasus BBM
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
