Om Haria menutup obrolan dengan nada santai tapi dalam.
“Intinya bukan soal dibatasi atau tidak. Tapi soal kesadaran. Hemat itu bukan karena dipaksa, tapi karena peduli.”
Deng Kio mengangguk setuju.
“Kalau semua nunggu aturan baru bergerak, berarti kita belum benar-benar sadar.”
Mas Bro mengangkat gelas kopinya.
“Kita mungkin nggak bisa hentikan krisis energi. Tapi kita bisa mulai dari diri sendiri.”
Baca Juga : Baik-Buruk Itu Paket, Bukan Pilihan!
Daeng La’lang mengangkat gorengan.
“Minimal, hemat BBM… biar lebih banyak uang buat kopi!”
Tawa kembali pecah.
Kopi habis.
Obrolan selesai.
Baca Juga : Laki-Laki Hebat? Jangan Lupa yang di Balik Layar!
Tapi pesannya jelas:
hemat energi itu bukan tren, tapi kebutuhan.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
