Om Haria menutup obrolan dengan nada santai tapi dalam.
“Intinya bukan soal dibatasi atau tidak. Tapi soal kesadaran. Hemat itu bukan karena dipaksa, tapi karena peduli.”
Deng Kio mengangguk setuju.
“Kalau semua nunggu aturan baru bergerak, berarti kita belum benar-benar sadar.”
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Mas Bro mengangkat gelas kopinya.
“Kita mungkin nggak bisa hentikan krisis energi. Tapi kita bisa mulai dari diri sendiri.”
Daeng La’lang mengangkat gorengan.
“Minimal, hemat BBM… biar lebih banyak uang buat kopi!”
Tawa kembali pecah.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi
Kopi habis.
Obrolan selesai.
Tapi pesannya jelas:
hemat energi itu bukan tren, tapi kebutuhan.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
