Logo Harian.news

Belajar ke Luar Negeri untuk Kolaborasi, Bukan Dominasi Intelektual

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 27 Februari 2026 09:47
Belajar ke luar negeri untuk kolaborasi, bukan dominasi intelektual || AI_harian.news
Belajar ke luar negeri untuk kolaborasi, bukan dominasi intelektual || AI_harian.news

Kembali ke negara asal bukanlah langkah mundur, melainkan panggilan dan tanggung jawab sebagai bentuk sukur. Pengalaman yang diperoleh di luar negeri menemukan nilainya ketika dibagikan dan diimplementasikan di tanah air. Kontribusi tidak selalu identik dengan jabatan tinggi.

Ia bisa dimulai dari membangun tim yang sehat, menciptakan ruang diskusi yang inklusif, atau merumuskan kebijakan yang kontekstual dan berpihak pada publik.

Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri

Nilai sejati belajar di luar negeri tidak terletak pada gengsi almamater, melainkan pada kedewasaan cara berpikir. Apakah pengalaman itu melahirkan pribadi yang rendah hati, adaptif, dan solutif? Ataukah justru menciptakan sekat baru antara “yang luar negeri” dan “yang lokal”?

Alumnus seharusnya membuat seseorang lebih peka terhadap tantangan bangsanya, lebih terbuka dalam berpikir, dan lebih siap membangun jembatan kolaborasi.

Bukan menjadi simbol keunggulan yang menjauhkan, melainkan penggerak perubahan yang berakar, tidak menghakimi, dan berdampak nyata bagi bangsa. ***

Baca Juga : Demokrasi atau Ego?

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IGA KUMARIMURTI DWIA ( PEMRED HARIAN.NEWS)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda