Logo Harian.news

Beras RI Tembus Pasar Saudi, 10 Ribu Ton Digelontorkan untuk Palestina

Editor : Redaksi Jumat, 17 April 2026 22:05
Beras Indonesia. (Dok. Kementan)
Beras Indonesia. (Dok. Kementan)
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Indonesia menunjukkan kapasitas kuat sektor pertanian nasional dengan menembus pasar ekspor sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Hal ini tercermin dari ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi, serta penyaluran bantuan beras sebesar 10.000 ton untuk Palestina.

Ekspor ke Arab Saudi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Ke depan, potensi pasar diperkirakan terus meningkat, mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia (mukimin) yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.

Baca Juga : Selat Hormuz Dibayangi Konflik, Arab Saudi Dorong Jalur Diplomasi AS-Iran

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata kekuatan produksi dan stok beras nasional.

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini momentum yang baik karena produksi kita meningkat. Ini yang kita ekspor. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Mentan Amran.

Selain ekspor, pemerintah juga menunjukkan komitmen kemanusiaan melalui penyaluran bantuan beras ke Palestina. Bantuan sebanyak 10.000 ton tersebut merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina.

Baca Juga : HKTI: Penyelundupan Beras Kejahatan Pangan, Petani Tak Boleh Dicederai

“Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau memberikan perintah pada kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina 10.000 ton beras,” ujar Mentan Amran.

Dari sisi produksi, kinerja nasional menunjukkan tren yang sangat positif. Produksi beras nasional pada 2025 tercatat meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen, didukung oleh peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Baca Juga : Mentan Amran Telepon Gubernur Aceh, Aparat Bergerak Cepat Segel Beras Ilegal

“Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri. Dalam krisis global, tidak ada negara yang akan rela melepas pangannya ke luar negeri. Ini adalah hukum sejarah, “ ujarnya.

Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditopang oleh stok pemerintah, tetapi juga oleh ketersediaan beras di masyarakat serta potensi produksi yang masih akan berlangsung hingga akhir tahun. Di pasar domestik dan sektor HoReCa (Hotel, Restoran, dan Katering), ketersediaan beras tercatat mencapai 12 juta ton. Selain itu, potensi standing crop diproyeksikan terus memberikan kontribusi produksi hingga akhir tahun. Kombinasi tersebut memastikan pasokan nasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan kedepan.

Kondisi ini turut tercermin dari meningkatnya kesejahteraan petani, dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125,35—tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Sementara itu, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Baca Juga : Sektor Pertanian Melesat, Mentan Amran: Berkat Kebijakan Spektakuler Presiden Prabowo

Dengan produksi yang melampaui kebutuhan domestik bulanan yang berada pada kisaran 2,5–2,6 juta ton, Indonesia memiliki ruang untuk memperluas ekspor sekaligus berkontribusi dalam misi kemanusiaan internasional secara berkelanjutan.

Capaian ini menegaskan transformasi sektor pertanian Indonesia yang semakin kuat dan berdaya saing, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan panggung kemanusiaan dunia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda