Logo Harian.news

BI Sulsel Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri OSP Farm ke Arab Saudi

Editor : Redaksi II Kamis, 23 Juli 2026 19:50
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda. (Dok. BI Sulsel)
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda. (Dok. BI Sulsel)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan pelepasan ekspor 10,2 ton kemiri milik PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) ke Jeddah, Arab Saudi, Kamis (23/7/2026).

Hal ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tembus pasar internasional.

Baca Juga : PLN Kolaborasi dengan Pemkot Kendari Tingkatkan Daya Saing 40 Pelaku UMKM

Pelepasan ekspor tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

OSP Farm merupakan UMKM asal Kabupaten Luwu yang bergerak di sektor komoditas kemiri. Ekspor kali ini menjadi pengiriman kedua setelah ekspor perdana sebanyak 10 ton pada awal 2026.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, dengan tambahan pengiriman tersebut, total ekspor OSP Farm kini mencapai sekitar 20 ton atau seperempat dari komitmen ekspor sebesar 80 ton dalam jangka waktu dua tahun.

Baca Juga : Ribuan Pelaku UMKM Ikuti BEST 1 Makassar, Fokus Tingkatkan Daya Saing Bisnis

“Realisasi ekspor itu tidak hanya memperluas akses pasar internasional bagi UMKM Sulawesi Selatan, tetapi juga meningkatkan permintaan bahan baku kemiri dari petani lokal sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah,” ucapnya.

Keberhasilan OSP Farm menembus pasar ekspor merupakan hasil pendampingan melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Selatan.

“Melalui program tersebut, OSP Farm mendapatkan penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) dan Anging Mamiri Business Fair (AMBF),” kata Rizki.

Baca Juga : Konten Kreator Diajak Jadi Agen Edukasi Ekonomi Syariah di Era Digital

Pendampingan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan pembeli internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang kini mulai direalisasikan secara bertahap.

BI Sulawesi Selatan menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing UMKM, membuka akses ke pasar global, menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, BI Sulawesi Selatan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan UMKM melalui program UMKM REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) maupun program pemberdayaan lainnya.

Baca Juga : Dari Jatimulyo, Menpar Tebar Sertifikat Halal ke 34 Provinsi

“Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar sebagai bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda