Mas Bro langsung angkat tangan.
“Kalau cuma mau dilihat orang, gampang. Tapi kalau mau dipercaya, itu yang mahal.”
Om Haria mengangguk mantap.
“Sudahlah, kita jalani saja apa adanya. Nggak perlu aneh-aneh.”
Deng Kio menutup obrolan dengan senyum tipis.
“Yang penting bukan terlihat hebat, tapi benar-benar bermanfaat.”
Baca Juga : Baik-Buruk Itu Paket, Bukan Pilihan!
Di titik ini, publik sebenarnya tidak bodoh.
Mereka melihat.
Mereka menilai.
Mereka mengingat.
Namun masalahnya, keanehan-keanehan itu terjadi terlalu sering, hingga perlahan dianggap biasa.
Baca Juga : Laki-Laki Hebat? Jangan Lupa yang di Balik Layar!
Dan ketika sesuatu yang salah menjadi biasa—itulah awal dari kerusakan yang lebih besar.
Obrolan Warkop DK10 malam ini pun berakhir sederhana.
Tanpa solusi besar. Tanpa jargon.
Baca Juga : Ghost in the Cell: Film Horor Komedi Joko Anwar
Hanya satu kesimpulan yang menggantung di udara: yang aneh bukan lagi perilaku manusia, tapi hilangnya rasa malu pada mereka yang diberi kuasa.
Kopi pun habis. Obrolan selesai. Tapi sindirannya… masih terasa. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
