Logo Harian.news

BKKBN Sulsel Ungkap Kasus Stunting di Jeneponto Masih Paling Tinggi, Barru Justru Menurun Drastis

Editor : Muh Yusuf Yahya Kamis, 03 Agustus 2023 17:21
Jeneponto 39,8 persen
Jeneponto 39,8 persen

MAKASSAR,HARIAN.NEWS – Pemerintah Kabupaten Jeneponto kini harus putar otak dalam menangani kasus Stunting (Tumbuh Kembang) bagi generasi penerusnya yang sejak beberapa tahun ini masih belum menunjukkan angka penurunan penderita balita kurang sehat di wilayah berjuluk Butta Turatea itu.

Berita miris ini dikabarkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin dikantornya saat menggelar jumpa pers bersama para wartawan.Rabu, (2/8/2023) kemarin.

Shodiqin bilang penyebab angka penurunan kasus Stunting di Provinsi Sulsel masih sedikit itu salah satu faktornya adalah masih ada beberapa Kabupaten/Kota masih belum bisa menekan kasus yang kini menjadi fokus utama Presiden Jokowi tersebut.

Baca Juga : Bontonompo Ukir Sejarah di Lomba Kampung KB

Stunting diduga terus terjadi di Kabupaten Jeneponto. Sebab, kini angka penderitanya belum menunjukkan perubahan yang signifikan dalam menekan angka penderita balita kurang sehat di sana mencapai 39,8 persen sejak tahun 2021.

“Yaitu daerah paling tertinggi di Sulawesi Selatan masih di (pegang) Kabupaten Jeneponton,” ucap Shodiqin kemarin.

Disinyalir, penurunan angka kasus Stunting di Sulsel yang hanya sedikit itu berkisar 2 persen dari angka penderita per tahun 2022 yakni 27,2 persen dan turun hanya sekitar 2 persen lebih saja tersebut disumbang oleh Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga : BKKBN Sulsel Gencarkan Sosialisasi Lima Program Unggulan Quick Win Kemendugbangga

“Dan ternyata dari 27,2 persen Stunting teritinggi itu masih ada (daerah) yang menyentuh angka 39,8 persen,” sambungnya.

Berbanding terbalik dengan kasus Stunting di Kabupaten Barru. Yang sejak diluncurkannya program unggulan BKKBN Sulsel hasilnya cukup memuaskan.

Pada tahun 2021 Kabupaten Barru menunjukkan angka sekitar 26,4 persen kasus Stunting. Di tahun 2023 angka itu turun drastis menjadi 14,1 persen dan itu menjadikan Kabupaten Barru berada di posisi paling bontot (bawah) dalam menangani kasus penderita balita yang kekurangan gizi tersebut.

Baca Juga : BKKBN Sulsel Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu Bersama Mitra Kerja

“Yang terendah itu ada di Kabupaten Barru,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : Yusuf

Follow Social Media Kami

KomentarAnda