HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Klaster Usaha Manggis Bhuana Sari dari Melaya, Jembrana, Bali, tampil di Bazaar UMKM BRILiaN yang diadakan di Taman BRI, Jakarta.
Klaster yang telah terbentuk sejak 2013 ini berhasil mengembangkan potensi manggis lokal melalui pengelolaan kebun dan penjualan buah manggis oleh para anggotanya secara kolaboratif.
Baca Juga : Jadwal Operasional Bank Lebaran 2026: BCA, BRI, Mandiri, BNI Hanya Buka Terbatas
Diakui oleh Kadek Dudi, pemilik usaha Klaster Bhuana Sari, mencari pasar adalah tantangan utama mereka di awal berdirinya klaster.
Namun, dukungan dari BRI yang diberikan kepada para anggota klaster membantu mengatasi hambatan tersebut.
“Kami saling mendukung untuk menemukan pasar dan memperluas jaringan penjualan,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK
Klaster ini bangga atas penunjukan mereka sebagai Klaster Usaha Binaan BRI, yang membuka jalan untuk mengembangkan potensi besar dari manggis lokal.
Selain rasa manis yang khas, produk manggis ini selalu tersedia dalam jumlah melimpah, berkat kerjasama yang erat antar anggota klaster.
“Relasi yang solid memungkinkan kami untuk menyuplai manggis kepada pembeli secara konsisten,” tambah Kadek.
Selama musim panen raya, Klaster Bhuana Sari berhasil mencatat omset hingga puluhan juta rupiah per bulan, menunjukkan kekuatan bisnis dan pertumbuhan sektor UMKM yang menjanjikan.
Dukungan BRI dalam hal relasi pemasaran dan promosi membawa dampak signifikan bagi keberlanjutan klaster.
“Kami merasakan banyak manfaat dari dukungan BRI,” ungkap Kadek.
Baca Juga : BRI Panakkukang Serahkan Klaim Asuransi Mikro Kerusakan Usaha Kepada Nasabah Terdampak
Di Bazaar UMKM BRILiaN kali ini, delapan UMKM dari berbagai daerah turut serta memamerkan produk unggulan, termasuk Prukades Keripik Pisang dari Desa Kelawi, Lampung, dan Klaster Durian dari Desa Lemahabang, Jawa Tengah.
Selain berfungsi sebagai ajang pengenalan produk UMKM ke masyarakat luas, Bazaar ini merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung UMKM melalui kegiatan edukasi dan inovasi.
Melalui program Klasterku Hidupku, BRI telah membina 32.449 klaster usaha hingga Agustus 2024, sekaligus menyelenggarakan lebih dari 2.000 pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro.
“BRI tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga menyediakan pelatihan dan program pemberdayaan lainnya, memastikan UMKM dapat tumbuh dan naik kelas,” terang Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, yang menegaskan komitmen BRI dalam mendampingi UMKM untuk mencapai potensi penuh.
Bazaar UMKM BRILiaN menjadi bagian penting dari langkah BRI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang pasar bagi UMKM di Indonesia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

