“Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber air. Perlu ada diversifikasi sumber irigasi agar seluruh petani bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
BBWS Siap Dukung Sesuai Instruksi Presiden
Baca Juga : Malam Apresiasi HUT ke-81 RI di Jeneponto: Wujud Syukur, Penghargaan, dan Kebersamaan
Menanggapi hal tersebut, Kepala BBWS PJ, Dr. Suryadarma Hasyim, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program prioritas pertanian di Jeneponto.
Ia menyebut, dukungan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang menugaskan Kementerian PUPR mempercepat penguatan infrastruktur irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami sangat terbuka. Namun, kami perlu peta prioritas dari Pemkab Jeneponto agar intervensi bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Baca Juga : Usai Lalui Seleksi Terbuka, Aspa Muji Resmi Dilantik Jadi Sekda Jeneponto
BBWS menargetkan peningkatan indeks pertanaman di Daerah Irigasi (DI) Kelara Kareloe dari 125% menjadi 250%, dengan cakupan lahan seluas 10.007 hektare.
Keberhasilan target ini dinilai sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Irigasi Jadi Kunci Sukses Pertanian Jeneponto
Baca Juga : Paripurna DPRD Jeneponto: Sinergi Legislatif-Eksekutif Hadirkan Regulasi Berbasis Aspirasi
Langkah cepat Bupati Paris Yasir dalam menggandeng BBWS PJ menjadi langkah awal yang menjanjikan.
Jika kolaborasi ini berhasil, bukan hanya produktivitas pertanian yang meningkat, tetapi kesejahteraan petani pun bisa terangkat secara signifikan.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, Jeneponto memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. ***
Baca Juga : SI-PAKATAU Diluncurkan, Angin Segar Bagi Tenaga Kerja Maritim Jeneponto
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
