Bupati Jeneponto membuktikan kerja nyata di hari-hari awal masa jabatannya.
HARIAN.NEWS,MAKASSAR — Mengawali masa jabatannya sebagai Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir langsung tancap gas dengan menyambangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar, Rabu, 9 April 2025.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Kunjungan strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian akan menjadi prioritas utama pemerintahannya, khususnya dalam mengatasi krisis ketersediaan air yang selama ini membelit para petani Jeneponto.
Didampingi oleh Kepala Bappeda Jeneponto, Alfian Syam, Bupati Paris Yasir menekankan pentingnya sinergi dengan BBWS untuk memperkuat infrastruktur irigasi.
Ia menegaskan bahwa permasalahan utama di daerahnya bukan kurangnya lahan atau SDM, melainkan minimnya pasokan air yang memadai untuk pertanian.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Pejabat Baru, Fokus Penguatan ASN
Target Indeks Pertanaman Meningkat 3 Kali Lipat
“Jika air tersedia dengan cukup, indeks pertanaman di Jeneponto bisa melonjak dari 125% menjadi 250 hingga 300%. Artinya, pendapatan petani meningkat, dan tingkat kemiskinan bisa ditekan secara signifikan,” ujar Paris Yasir di hadapan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Paris Yasir secara resmi mengajukan permohonan bantuan penguatan jaringan irigasi, terutama yang bersumber dari Bendungan Kareloe.
Baca Juga : Bupati Paris Yasir: HAB Kemenag ke-80 Momen Evaluasi dan Penguatan Pengabdian
Ia menekankan pentingnya optimalisasi air dari bendungan tersebut, terutama untuk masa tanam kedua yang kerap terkendala kekeringan.
Dorongan Pembangunan Bendungan Kecil di Sungai-Sungai Strategis
Selain fokus pada pemanfaatan Bendungan Kareloe, Bupati juga mendorong pembangunan bendung atau bendungan kecil di sejumlah aliran sungai di wilayah Jeneponto.
Baca Juga : FKDM Gowa Support Balai Pompengan Tuntaskan Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Jenelata
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas cakupan layanan irigasi, terutama di wilayah yang selama ini hanya mengandalkan tadah hujan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
