Logo Harian.news

HARIAN SEJARAH

Dari 48 ke 26 Tahun: Reformasi Antrean Haji Indonesia

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 15 April 2026 12:50
Antrean haji turun dari 48 jadi 26 tahun. Prabowo umumkan reformasi kuota 2026 ( foto_kemhaj)
Antrean haji turun dari 48 jadi 26 tahun. Prabowo umumkan reformasi kuota 2026 ( foto_kemhaj)

Sejarah Haji Nusantara: Perjuangan Antrean Sejak Abad 19

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Ibadah haji bagi umat Muslim Indonesia bukan lagi sekadar ujian finansial dan spiritual. Kini, ada ujian kesabaran yang tak kalah berat: menunggu hingga lebih dari dua dekade untuk mendapat giliran.

Baca Juga : Kemenhaj Siapkan 15 Porsi RTE, Jemaah Haji Dapat Rendang di Armuzna

Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan kabar yang dinanti jutaan calon jemaah. Masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 48 tahun berhasil ditekan menjadi maksimal 26 tahun mulai 2026.

“Kita berjuang dan alhamdulillah antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026, antrean haji paling lama 26 tahun,” ujar Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.

Namun, di balik pengumuman itu, tersimpan kisah panjang tentang ketimpangan, antrean mengular, dan perjuangan reformasi yang tak mudah.

Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan

Warisan Sejarah Sejak Era Kolonial

Ibadah haji di Indonesia bukan fenomena baru. Dilansir dari Kementerian Agama, ibadah ini telah dilaksanakan sejak akhir abad ke-19, saat Nusantara masih berada di bawah cengkeraman kolonial.

Para jemaah haji kala itu bukan sekadar penuna rukun Islam kelima. Mereka berada di garda terdepan perjuangan melawan penjajahan. Haji menjadi simbol perlawanan dan identitas keislaman yang kuat.

Baca Juga : Haji Jalur Cepat vs Jalur Sabar, Pilih Mana?

Seiring waktu, haji bertransformasi dari simbol perlawanan menjadi impian spiritual yang harus diperebutkan jutaan umat.

Sejarah Haji Indonesia  [wptb id="54501" not found ]  source: Kemenag, created with wptb

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda