Logo Harian.news

Di Kampus Unhas, GM PLN UID Sulselrabar Paparkan Percepatan Transisi Energi dengan EBT

Editor : Rasdianah Rabu, 06 Maret 2024 10:16
GM PLN UID Sulselrabar paparkan percepatan transisi energi, dalam acara Hasanuddin Techno Fest #8 Seminar Nasional dengan tema "Renewable Energy for National Prosperity" di Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa (5/3/2024), Foto: dok
GM PLN UID Sulselrabar paparkan percepatan transisi energi, dalam acara Hasanuddin Techno Fest #8 Seminar Nasional dengan tema "Renewable Energy for National Prosperity" di Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa (5/3/2024), Foto: dok
APERSI

HARIAN.NEWS, GOWA – PT PLN (Persero) berkomitmen mempercepat transisi energi Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Potensi besar EBT yang saat ini tengah digarap PLN adalah pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal), angin (bayu), surya dan air (hydro) yang punya potensi besar untuk menggantikan pembangkit berbasis batu bara khususnya di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan

Hal ini disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin di dalam acara Hasanuddin Techno Fest #8 Seminar Nasional dengan tema “Renewable Energy for National Prosperity” di Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa (5/3/2024),

“Dalam hal ini sumber daya EBT Indonesia yang melimpah perlu segera dimaksimalkan pemanfaatannya untuk pengadaan energi bersih. PLN telah bertransformasi untuk tidak hanya menjalankan bussines as usual agar dapat membantu menekan emisi gas karbon sehingga tercapai target NZE tahun 2060,” ujar Andy.

Andy menambahkan, selain melalui program transformasi yang sudah dicanangkan, PLN juga menginisiasi delapan program untuk percepatan transisi energi diantaranya, early retirement Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), implementasi co-firing dan pengembangan biomassa, co-firing hidrogen dan amonia, penerapan teknologi CCUS (Carbon Capture Utilized and Storage), membangun lebih banyak pembangkit EBT, roll out smart grid, layanan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC), serta pengembangan ekosistem Electric Vehicle.

Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan Jauh di Atas Target Nasional

Baca Juga : Parlemen Pusat LeDHaK UNHAS 2025 Tetapkan A.M. Randy Sheky sebagai Ketua Umum 2026

Andy mencatat, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) adalah sebesar 45,78%, jauh di atas dari rata-rata target nasional di tahun 2025 yaitu 23%.

Tidak hanya itu Andy merinci, PLN di Regional Sulawesi sendiri juga sudah menerapkan beberapa program transisi energi, di antaranya Smart Grid di dua subsistem yaitu Selayar dan Tahuna, 20 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UID Sulselrabar di 12 lokasi tersebar, serta layanan sertifikasi REC di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar yang mencapai 19.927 unit.

Lebih lanjut, kata Andy semakin terwujudnya program transisi energi dan ekosistem kendaraan listrik nantinya akan mendukung ketahanan energi nasional. Karena akan mengubah ketergantungan konsumsi masyarakat dari energi fosil berbasis impor ke energi listrik domestik.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala BPOM Taruna Ikrar

“Ini bukan sekadar kita beralih ke energi masa depan yang bersih dan ramah lingkungan, yaitu listrik. Ini sekaligus shifting energi fosil yang berbasis impor ke listrik domestik yang ramah lingkungan,” pungkas Andy.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Faizal Arya Sammar mengungkapkan optimismenya terhadap pengalaman PLN dalam bidang ketenagalistrikan.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak yang dilakukan PLN akan melakukan langkah percepatan transisi energi baik dari sisi pasokan maupun ekosistem kendaraan listrik,” ujar Faizal.

Baca Juga : Aksi Sosial IKA Arsitektur Unhas, Bagikan Ratusan Makanan ke Pengendara

Senada, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Alfarizi optimistis PLN dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan NZE di tahun 2060.

“Dengan kolaborasi dari seluruh kalangan baik itu dari pemerintah, PLN, sektor swasta dan akademisi kami optimis inovasi dapat mewujudkan energi yang ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Alfarizi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : NURSINTA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda