“Saya 20 juta lebih hilang di rekeningku, tiba-tiba ada SMS masuk terkait penarikan, padahal saya tidak melakukan transaksi,saat ini saya masih intens berkomunikasi dengan pihak BRI,” ujar Abd yang minta namanya di inisialkan karena takut tidak dapat pelayanan di BRI jika menggunakan nama lengkap,Sabtu (25/4/2026).
Namun,saat dimintai klarifikasi atas keluhan tersebut, Pemimpin Cabang BRI Sinjai, Dandy Wardana, tidak memberikan respons. Ia juga tidak menjawab pertanyaan terkait kemungkinan keterlibatan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus ini.
Baca Juga : BRI Sinjai Dalami Dugaan Pembobolan Brankas Unit Sangiaserri
Padahal sebelumnya, pihak BRI telah mengeluarkan pernyataan resmi.
Manajemen mengakui tengah melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum kepala unit yang diduga terlibat.
BRI juga mengklaim telah bersikap kooperatif dengan aparat berwenang dan menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman.
Baca Juga : BRI Panakkukang Serahkan Klaim Asuransi Mikro Kerusakan Usaha Kepada Nasabah Terdampak
Ironisnya, pernyataan itu belum cukup meredam kegelisahan publik.
Transparansi menjadi sorotan, terutama setelah pihak cabang enggan membuka informasi teknis seperti jumlah petugas yang memiliki akses ke brankas maupun batas maksimal penyimpanan dana di unit tersebut.
Informasi yang beredar menyebut, dana miliaran rupiah itu diduga digunakan untuk menutup utang akibat judi online.
Baca Juga : Warga Gowa Dapat Hadiah Mobil dari BRI, Siap Dipinjamkan untuk Masyarakat
Meski belum terkonfirmasi secara resmi, isu tersebut semakin memperkeruh situasi dan menggerus kepercayaan.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas BRI di Sinjai, terlebih Pinca BRI tengah diperiksa di kejaksaan negeri Sinjai.
Di satu sisi, bank pelat merah itu mengklaim sistem pengawasan internalnya mampu mendeteksi pelanggaran.
Baca Juga : Nasabah BRI Gowa Menang Mobil dari Simpedes!
Namun di sisi lain, respons yang terkesan tertutup justru memantik spekulasi liar.
Hingga kini, proses penanganan masih berjalan. Warga Sinjai menunggu, apakah ini sekadar ulah oknum, atau ada celah besar dalam sistem yang belum terungkap.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

