Logo Harian.news

Duka di Iran: Ali Khamenei Gugur, Warga Serukan Perlawanan terhadap AS-Israel

Editor : Redaksi Senin, 02 Maret 2026 04:47
Ribuan warga Iran turun ke jalan berkabung pasca kematian pimpinan tertinggi. (Dok. Screenshoot)
Ribuan warga Iran turun ke jalan berkabung pasca kematian pimpinan tertinggi. (Dok. Screenshoot)

HARIAN.NEWS, TEHERAN – Warga di ibu kota Iran, Teheran, diliputi duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sejak Minggu (1/3/2026), ribuan warga terlihat memadati alun-alun kota dengan membawa bendera Iran serta foto Khamenei. Tangis dan seruan perlawanan menggema di tengah suasana berkabung nasional yang menyelimuti negeri tersebut.

Baca Juga : Kesehatan Mojtaba Khamenei Dikabarkan Kritis, Iran Dihantui Ketidakpastian

“Sejak tadi malam ketika saya mendengar berita itu, pesan saya kepada Amerika dan Israel adalah bahwa rakyat Iran tidak akan meninggalkan Pemimpin Tertinggi dengan cara apa pun, dan kami akan melanjutkan gerakan ini,” ujar seorang warga di tengah kerumunan massa seperti dikutip di kompas.com.

Serangan Udara di Teheran

Khamenei bersama tujuh pejabat senior Iran dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran.

Serangan tersebut disebut-sebut sebagai operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar sejumlah titik strategis di ibu kota.

Baca Juga : Krisis Global Mengintai, WFP Sebut 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Surplus Beras

Televisi Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Selain itu, pemerintah menetapkan tujuh hari sebagai hari libur nasional untuk menghormati wafatnya pemimpin tertinggi yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Kepergian Khamenei diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap stabilitas politik dan keamanan kawasan Timur Tengah, mengingat peran sentralnya dalam kebijakan domestik maupun luar negeri Iran.

Pernyataan Donald Trump

Baca Juga : Jusuf Kalla Angkat Suara soal Pertamina Pride dan Gamsunori yang Tertahan di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dua dari lima target utama serangan terhadap Iran adalah untuk mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir serta mendorong terjadinya perubahan rezim di Teheran.

Pernyataan tersebut mempertegas eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran yang selama ini telah berada pada titik sensitif, khususnya terkait program nuklir Iran dan pengaruh geopolitiknya di kawasan.

Hingga saat ini, situasi di Teheran masih dipenuhi massa berkabung yang menyerukan persatuan nasional serta perlawanan terhadap tekanan asing. Aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik vital untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.

Baca Juga : Konflik AS–Israel vs Iran Dinilai Berpotensi Jadi Peluang Ekspor bagi Sulselbar

Perkembangan selanjutnya terkait dinamika politik Iran pasca-wafatnya Khamenei masih terus dipantau dunia internasional.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda