Logo Harian.news

Fatmawati Rusdi: Guru Sekolah Minggu Punya Peran Penting Hadapi Tantangan Digital Anak

Editor : Redaksi Kamis, 10 September 2026 16:43
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. (HMS)
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. (HMS)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi secara resmi membuka Temu Akbar III Guru Sekolah Minggu Gereja Toraja (TEBAR III GSMGT) di Hotel Myko and Convention Center Makassar, Rabu (9/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Fatmawati menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini sebagai salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.

Baca Juga : Sandiana Soemarko Ulurkan Tangan, Kapela St Antonius Padua di TTS Dibangun

Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 September 2026 tersebut mengusung tema “Teguh Mengajar Karena Kristus”. TEBAR III GSMGT menjadi ruang perjumpaan sekaligus penguatan kapasitas guru Sekolah Minggu Gereja Toraja dalam mendampingi anak-anak.

Fatmawati mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk nilai moral dan karakter anak. Peran tersebut semakin penting di tengah beragam persoalan yang dihadapi generasi muda.

“Ketika semangat itu ada dari para guru, lebih khusus lagi para guru Sekolah Minggu, saya yakin dan percaya masa depan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045 akan semakin baik,” kata Fatmawati.

Baca Juga : NasDem: Jawaban Pemprov Sulsel Tuntas! Fatmawati Rusdi Lugas & Clear!

Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia saat ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain stunting, anak tidak sekolah, kekerasan dan kejahatan terhadap anak, serta perkembangan teknologi digital yang turut memengaruhi kehidupan dan pola interaksi anak.

Karena itu, pendidikan karakter dinilai perlu menjadi bagian penting dalam pendampingan anak sejak usia dini.

“Pendidikan karakter ini sangat penting sebagai perlindungan dan fondasi generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga : Wagub Fatmawati : Sulsel Komitmen Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Fatmawati juga mendorong guru Sekolah Minggu untuk terus menyesuaikan metode pendampingan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kreativitas dan inovasi diperlukan agar proses pembelajaran dan pelayanan tetap relevan dengan karakter anak saat ini.

“Bapak/Ibu lebih kreatif, inovatif, dan konseptual dalam mendampingi anak-anak sesuai perkembangan zaman. Tidak kalah pentingnya memberikan pendidikan moral dan karakter,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati juga membuka ruang dialog dengan perwakilan enam wilayah pelayanan Gereja Toraja. Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi terkait pelayanan dan pendampingan anak.

Baca Juga : Safari Idulfitri, Munafri Temui Danny Pomanto: Bahas Makassar Berkelanjutan

Sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain kebutuhan insentif bagi guru Sekolah Minggu, pemenuhan guru agama Kristen di sekolah umum, fasilitas tempat ibadah, penguatan materi sejarah peradaban Kristen, serta perhatian terhadap pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.

Aspirasi tersebut disampaikan peserta sebagai bagian dari kebutuhan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan pelayanan dan pendampingan anak.

Fatmawati mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyediaan berbagai jenis beasiswa serta program peningkatan kompetensi guru.

Ia juga mengapresiasi Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja yang memilih Makassar dan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah TEBAR III GSMGT.

“Inilah rumah kita bersama yang selalu mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan keberagaman,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja Pdt. Syukur Matasak mengatakan perkembangan teknologi membuat pola pendampingan terhadap anak perlu terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Menurut dia, anak-anak saat ini memiliki karakteristik dan akses informasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut guru Sekolah Minggu untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi pelayanan.

Ia mengajak para guru meneladani cara Kristus mengajar dengan menggunakan berbagai pendekatan, tetapi tetap berakar pada Alkitab.

“Guru hendaknya terus berupaya mengembangkan potensi dan kompetensinya. Anak-anak sekarang kadang-kadang kita belum tahu sesuatu, dia sudah lebih dulu tahu,” ujarnya.

TEBAR III GSMGT diikuti sekitar 1.238 peserta dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para guru dalam menghadirkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan anak-anak masa kini.

Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Pdt. Dr. Alfred Y.R. Anggui mengatakan tantangan pendidikan anak semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital.

Menurut dia, media sosial, kecerdasan buatan, algoritma, dan berbagai ekosistem digital telah masuk ke ruang privat anak dan turut memengaruhi pembentukan karakter.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan gereja dalam memberikan pendampingan kepada anak.

“Gereja harus hadir di sana. Sekolah Minggu harus hadir di sana. Untuk turut memberikan perhatian bagi seluruh anak-anak kita,” ujarnya.

Alfred juga mengapresiasi dedikasi para guru Sekolah Minggu yang meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan, kuliah, maupun keluarga untuk melayani anak-anak.

Rangkaian TEBAR III GSMGT diawali kegiatan Pra-Temu Akbar berupa aksi donor darah pada 18 Juli 2026 dan bakti sosial di Kabupaten Jeneponto pada 29 Agustus 2026.

Bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman dan pembagian pohon, serta edukasi pencegahan stunting.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan dipusatkan di Hotel Myko and Convention Center Makassar dengan dukungan delapan hotel pendamping. Rangkaian kegiatan meliputi ibadah, dinamika kelompok, seminar, dan perumusan rekomendasi pelayanan Sekolah Minggu Gereja Toraja.

Pembukaan TEBAR III GSMGT juga dimeriahkan parade enam wilayah pelayanan Gereja Toraja yang menampilkan keberagaman daerah dan budaya melalui busana serta atribut khas masing-masing wilayah.

Enam wilayah tersebut meliputi Wilayah I Tanalu, Wilayah II Rantepao, Wilayah III Makale, Wilayah IV Makassar dan Jawa, Wilayah V Kalimantan, serta Wilayah VI Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Melalui TEBAR III GSMGT, para guru Sekolah Minggu diharapkan semakin memperkuat kapasitas pelayanan sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pengembangan pelayanan anak yang kreatif, inovatif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. (*)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda