Namun, proses ini tidak mudah. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memakan waktu sekitar 17 jam. Kini, meningkatnya intensitas kontak senjata dan serangan di Lebanon Selatan membuat rute evakuasi menjadi lebih kompleks dan berisiko tinggi.
“Repatriasi ini merupakan bentuk tanggung jawab negara sekaligus penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur,” tegas pernyataan Kemlu RI.
Baca Juga : Satgas MTF TNI Pulang dengan Kebanggaan, Deng Ical: Selamat Datang di Rumah, Para Pahlawan Perdamaian
Tim khusus dari TNI, Kemlu, dan Kementerian Pertahanan telah disiagakan untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman, cepat, dan penuh martabat.
Doa Mengalir dari Nusantara hingga Dunia
Di tengah duka, doa dan dukungan terus mengalir. Keluarga besar TNI, masyarakat Indonesia, hingga komunitas internasional menyampaikan belasungkawa mendalam.
Media sosial dipenuhi tagar #PahlawanPerdamaian dan #TNIUntukDunia sebagai bentuk penghormatan digital atas jasa ketiga prajurit.
Pengorbanan mereka akan selalu dikenang sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia—sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945:
“Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”
Selamat jalan, Pahlawan. Jasamu abadi. ***
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi Kemlu RI dan TNI. Perkembangan situasi keamanan di Lebanon dapat memengaruhi jadwal repatriasi. Informasi terbaru akan terus diperbarui.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
