Logo Harian.news

Haji ala Konser: Kemenhaj Siapkan Sistem War Tiket,Ini Cara Kerjanya

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 09 April 2026 20:28
Jamaah haji Indonesia saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Antrean haji saat ini mencapai 5,7 juta orang dengan waktu tunggu puluhan tahun (doc_mabrurtour)
Jamaah haji Indonesia saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Antrean haji saat ini mencapai 5,7 juta orang dengan waktu tunggu puluhan tahun (doc_mabrurtour)

War Tiket Haji: Revolusi Sistem Pendaftaran ala Konser, Antre 5,7 Juta Jamaah Bisa Teratasi?

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan gebrakan besar dalam sistem pendaftaran haji. Atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menggodok sistem ” War Tiket Haji ” yang disebut-sebut akan mengubah total wajah perhajian di Tanah Air.

Baca Juga : Berantas Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj-Polri Bentuk Satgas Gabungan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, membocorkan wacana revolusioner ini di Kantor Kemenhaj RI, Kamis (9/4/2026). Sistem ini dirancang untuk memangkas antrean jamaah yang kini mencapai 5,7 juta orang dengan waktu tunggu bisa mencapai 20-40 tahun.

Konsep “War Tiket”: Siapa Cepat Dia Dapat

Bayangkan seperti membeli tiket konser artis favorit. Begitu pula konsep sistem haji baru ini. Kuota haji yang diberikan Arab Saudi—misalnya 200.000 kursi—akan ditawarkan secara terbuka kepada publik dengan harga yang sudah ditetapkan.

Baca Juga : GP Ansor Sulsel Tegak Lurus ke Pimpinan Pusat Hadapi Polemik Kuota Haji

“Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Kita sedang berpikir bagaimana supaya tidak ngantre. Itu kayak model war tiket,” ujar Dahnil.

Mekanisme yang Ditawarkan:

– Akses Terbuka: Kuota ditetapkan dengan harga tertentu
– Tanpa Daftar Tunggu: Jamaah yang siap finansial dan fisik bisa langsung daftar untuk keberangkatan tahun berjalan
– Digitalisasi Penuh: Mengandalkan infrastruktur teknologi kuat untuk transparansi

Baca Juga : Heboh Dugaan Korupsi Kuota Haji

Dilema Dana Haji dan Ledakan Pendaftar

Dahnil mengakui, panjangnya antrean haji di Indonesia justru merupakan efek samping dari keberhasilan pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Semakin baik pengelolaan dana, semakin tinggi minat masyarakat, semakin meledak pula pendaftar.

“Indonesia mirip dengan Malaysia yang menggunakan sistem Tabungan Haji. Antreannya sama-sama panjang. Beda dengan India yang punya skema berbeda,” jelasnya.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Umar: Layani Jemaah Haji 2025 dengan Senyum dan Tanpa Diskriminasi

Tantangan Keadilan bagi 5,7 Juta Jamaah Lama

Meski terdengar menggiurkan bagi calon jamaah baru, sistem ini memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana dengan mereka yang sudah mengantre bertahun-tahun?

Pemerintah menyadari betul dilema ini. Dahnil menegaskan beberapa komitmen:

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda