HARIAN.NEWS, JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air pekan ini terpantau stabil. Namun, di balik kestabilan tersebut, tersimpan dinamika menarik pada beberapa jenis BBM nonsubsidi yang patut dicermati konsumen.
Penetapan harga yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan sejak awal Maret 2026 oleh berbagai operator stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), mulai dari Pertamina hingga perusahaan swasta seperti Shell, BP, dan Vivo.
Baca Juga : Rupiah Melemah, Harga BBM Pertamax Naik
Meski tak ada gejolak harga dalam beberapa hari terakhir, struktur harga BBM—khususnya jenis nonsubsidi—tetap menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, sebagian produk mengalami kenaikan, sementara beberapa lainnya justru mengalami penurunan.
Lantas, bagaimana pergerakan harga BBM terbaru dari berbagai operator?
Pertamina: Ada yang Naik, Ada yang Turun
Untuk BBM dari Pertamina, harga bahan bakar bersubsidi masih dipertahankan tanpa perubahan. Namun, pada BBM nonsubsidi terjadi penyesuaian yang cukup beragam.
Berikut rincian harga BBM Pertamina terbaru:
– Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter (tetap)
– Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap)
– Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter (naik Rp500)
– Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter (turun Rp350)
– Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter (turun Rp400)
– Dexlite (CN 51): Rp13.500 per liter (turun Rp1.200)
– Pertamina Dex (CN 53): Rp13.600 per liter (naik Rp450)
Penyesuaian ini mencerminkan dinamika harga minyak global serta kebijakan energi yang diterapkan pemerintah dan badan usaha.
Shell dan BP Kompak Naikkan Harga
Sementara itu, operator swasta seperti Shell dan BP juga melakukan penyesuaian harga BBM mereka sejak awal Maret 2026. Mayoritas produk mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
