Logo Harian.news

Huawei Raih Penghargaan Keamanan Siber di Indonesia Technology Excellence Awards 2025

Editor : Redaksi Selasa, 21 Oktober 2025 12:17
Tim Huawei Indonesia Pada Penyerahan Indonesia Technology Excellence Awards 2025. (Foto: Huawei)
Tim Huawei Indonesia Pada Penyerahan Indonesia Technology Excellence Awards 2025. (Foto: Huawei)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Huawei Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan pada Indonesia Technology Excellence Awards 2025 untuk kategori Keamanan Siber – Telekomunikasi melalui solusi Transformasi Ketahanan Siber.

Inovasi ini dinilai berhasil memperkuat postur keamanan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap sistem digital Indonesia.

Baca Juga : Digitalisasi Tambang Kian Maju, Darma Henwa Resmi Adopsi Infrastruktur Cloud Modern

Solusi yang dikembangkan Huawei tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelanggan sektor telekomunikasi agar memenuhi standar keamanan siber internasional.

Tak hanya itu, hal itu juga sekaligus mendukung peraturan nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajemen Krisis Siber.

Cyber Security & Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia, Syarbeni, menjelaskan bahwa Transformasi Ketahanan Siber dibangun melalui pemahaman mendalam terhadap risiko di seluruh siklus hidup produk, mulai dari tahap awal operasi hingga penghentian penggunaan perangkat.

Baca Juga : Huawei Catat Pendapatan 862,1 Miliar Yuan di 2024, AI & HarmonyOS Melesat

“Di setiap tahap, Huawei bekerja erat dengan pelanggan untuk menyelaraskan perlindungan dengan tujuan bisnis dan keamanan mereka. Pendekatan kolaboratif ini memastikan solusi yang kami hadirkan tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga efektif dan mudah diimplementasikan,” ujar Syarbeni.

Solusi Transformasi Ketahanan Siber dirancang untuk meningkatkan kepatuhan, ketahanan, serta kemampuan keamanan melalui langkah-langkah terstruktur yang fokus pada identifikasi kerentanan dan penguatan sistem penting.

Huawei menerapkan kerangka kerja berbasis lima landasan utama, yaitu integrity protection, security configuration, digital certificate management, vulnerability management, dan lifecycle management.

Syarbeni menuturkan, dengan pendekatan tersebut, Huawei berhasil memperbaiki ribuan elemen jaringan dan menutup ratusan risiko keamanan digital, termasuk perangkat lunak tidak sah dan sertifikat yang rentan.

“Hasilnya, tingkat kesesuaian keamanan jaringan pelanggan meningkat lebih dari 20 persen, dari sekitar 75 persen menjadi di atas 98 persen,” jelasnya.

Selain itu, Huawei juga menghapus perangkat lama yang rentan dan menuntaskan seluruh kelemahan kritis yang terdeteksi melalui Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) serta penilaian eksternal.

Hal ini berdampak langsung terhadap peningkatan ketahanan sistem pelanggan di tengah kompleksitas arsitektur digital yang semakin tinggi.

Solusi ketahanan siber Huawei selaras dengan kerangka kerja GSMA Mobile Cybersecurity Knowledge Base (MCKB) dan telah dipresentasikan di forum GSMA regional dan global, termasuk GSMA APAC Telecom Security Forum 2025 di Jakarta.

“Sebagai bagian dari komitmennya terhadap penguatan postur keamanan nasional, Huawei juga menyelenggarakan Huawei Mobile Security Bootcamp 2025 di Jakarta untuk meningkatkan kompetensi tenaga profesional di bidang keamanan digital,” beber Syarbeni.

Ajang Indonesia Technology Excellence Awards sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada inisiatif teknologi paling inovatif di tanah air.

Penghargaan ini menyoroti para pemimpin dan perusahaan yang berhasil menghadirkan disrupsi digital, mendorong revolusi teknologi, serta memberikan kontribusi nyata dalam transformasi industri nasional.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : huawei
KomentarAnda