Logo Harian.news

Investor Pasar Modal Batang Tembus 66 Ribu SID, OJK Dorong ASN Ikut Berinvestasi

Editor : Redaksi II Senin, 05 Oktober 2026 17:36
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok OJK)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Jumlah investor pasar modal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah melampaui 66 ribu Single Investor Identification (SID). Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring perkembangan ekonomi dan investasi di wilayah tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan pemahaman masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), mengenai investasi pasar modal.

Dorongan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO) yang menjadi bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin.

Hasan mengatakan, perkembangan ekonomi daerah membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut merasakan manfaat pertumbuhan dunia usaha melalui investasi di pasar modal.

“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sekitar kita hanya kita saksikan sebagai penonton. Pasar modal memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Hasan.

Kabupaten Batang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan dukungan KITB yang menarik investasi domestik maupun global. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Batang mencapai 8,38 persen. Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp3,88 triliun.

Di tingkat provinsi, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah mencapai 3,42 juta SID hingga Agustus 2026. OJK melihat perkembangan ini sebagai peluang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pasar modal.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka SID melalui perusahaan efek. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.

Wakil Bupati Batang, Suyono, mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal bagi ASN. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman investasi sekaligus mendukung peningkatan inklusi pasar modal di daerah.

Hasan mengingatkan bahwa investasi perlu dilakukan secara bertahap, disiplin, dan berorientasi jangka panjang. Masyarakat juga perlu memahami tujuan investasi, profil risiko, serta karakteristik instrumen yang dipilih.

Ia mengibaratkan investasi seperti proses pembuatan Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik dan membutuhkan kesabaran serta konsistensi.

Pasar modal menyediakan berbagai instrumen investasi, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF). Masyarakat dapat mengakses instrumen tersebut dengan nominal investasi mulai Rp100 ribu, sesuai ketentuan dan karakteristik produk.

Melalui SEPMT 2026, OJK memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas akses serta meningkatkan pemahaman masyarakat. Upaya ini diharapkan mendorong pasar modal yang lebih inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda