Belum sempat Om Haria menjawab, tiba-tiba dari meja sebelah terdengar suara khas Daeng La’lang.
“Kalau bos marah, semua diam. Tapi kalau bawahan kasih saran, malah dibilang sok pintar!”
Baca Juga : Atraksi Bentangkan Foto Prabowo saat HUT RI Diguyur Kritik
Meja langsung pecah oleh tawa.
Daeng La’lang lanjut lagi sambil mengangkat kopi susunya.
“Lucunya, banyak orang mau didengar… tapi tidak mau mendengar.”
Baca Juga : Pidato Prabowo Singgung Upah Pengupas Bawang Jadi Sorotan
“Wah… itu menampar sekali,” kata Deng Kio sambil tertawa.
Mas Bro mengangguk pelan.
“Makanya jangan gampang meremehkan orang. Yang di bawah belum tentu rendah, yang di atas belum tentu tinggi.”
Baca Juga : Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi Dibanjiri Kritik
Om Haria ikut menambahkan.
“Bisa saja yang di atas tinggi jabatan, tapi miskin hati.”
“Dan yang sederhana justru kaya nurani,” sambung Deng Kio cepat.
Baca Juga : Imbauan Bahlil Lahadalia Soal Hemat LPG Diguyur Kritikan
Suasana mendadak tenang sejenak.
Hanya suara kipas angin tua Warkop DK10 yang terdengar berputar pelan.
Daeng La’lang kembali nyeletuk.
“Sekarang ini orang lebih sibuk cari siapa yang salah, daripada cari apa yang benar.”
Mas Bro tertawa kecil.
“Itu sebabnya kritik sering dianggap musuh, bukan masukan.”
Om Haria lalu menutup obrolan malam itu dengan kalimat sederhana.
“Kalau pesan itu baik, ya ambil baiknya. Jangan sibuk lihat siapa yang bicara.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
