Logo Harian.news

Tiga Tantangan Besar Kesehatan Haji 2025

Jelang Wukuf, Amirul Hajj Tekankan Promkes Haji 2025

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 01 Juni 2025 21:44
Prof. Taruna Ikrar saat meninjau layanan kesehatan jemaah di KKHI Makkah, fokus pada mitigasi risiko suhu ekstrem dan pendampingan lansia ||handover
Prof. Taruna Ikrar saat meninjau layanan kesehatan jemaah di KKHI Makkah, fokus pada mitigasi risiko suhu ekstrem dan pendampingan lansia ||handover

HARIAN.NEWS, MAKKAH — Anggota Amirull Hajj Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan sejumlah tantangan besar yang dihadapi dalam layanan kesehatan haji tahun ini, khususnya menjelang puncak ibadah wukuf di Arafah.

Dalam kunjungannya ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Taruna hadir sebagai anggota Amirul Hajj Bidang Kesehatan dan Pengawasan Obat. Taruna diberi amanah oleh Menteri Agama RI sekaligus Amirul Hajj 2025, Nasaruddin Umar, untuk mengawal aspek kesehatan jemaah haji Indonesia.

Baca Juga : Wachyudi Muchsin, Dokter Makassar Pertama Launching Buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” di Malaysia

“Jemaah haji Indonesia tahun ini mencakup sekitar 25 persen dari total jemaah haji dunia. Jumlah ini merupakan yang terbesar dibanding negara lain,” ungkap Taruna yang juga kepala BPOM RI

Tiga Tantangan Kesehatan Haji 2025

Data terakhir 115 jamaah meninggal dunua , Taruna mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam penyelenggaraan layanan kesehatan haji:

Baca Juga : Usai Dikukuhkan Profesor Kehormatan UTM Malaysia, Taruna Ikrar Launching Buku ke-10 Diatas Pesawat: Menembus Langit Sains Dunia

1. Suhu ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 45-50°C.

2. Tingginya proporsi jemaah lanjut usia, hampir 50 persen dari total jemaah Indonesia.

3. Perubahan regulasi dari Pemerintah Arab Saudi yang berdampak pada sistem pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia

“Tantangan ini semakin berat karena jumlah tenaga kesehatan masih belum ideal. Dengan 221 ribu jemaah, seharusnya tersedia lebih dari 2.000 tenaga kesehatan. Namun saat ini, jumlahnya baru sekitar 1.050 orang,” jelas Taruna. Mereka terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga nonmedis pendukung.

Cuaca Ekstrem dan Risiko Kesehatan

Taruna menekankan bahwa suhu tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti dehidrasi dan heatstroke, terutama bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta.

Baca Juga : Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Kunjungi Fasilitas cGMP CryoCord, Dorong Masa Depan Teknologi Sel dan Gen Global

“Situasi di Arafah dan Mina sangat padat dan panas. Bagi jemaah dengan kondisi fisik yang lemah atau memiliki komorbid, ini tantangan yang sangat berat,” ujarnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda