Logo Harian.news

Jusuf Kalla, “Siri’na Mangkasara”: Saat Lugas Menjadi Sikap dan Diam Bukan Pilihan

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 22 April 2026 23:32
Sultan, aktivis muda Tombolo Pao Gowa ( doc_sultan)
Sultan, aktivis muda Tombolo Pao Gowa ( doc_sultan)
APERSI

Tau Mangkasara Tidak Bersembunyi

Dalam budaya Makassar, ada satu cara sederhana untuk menjawab serangan yaitu perkenalan diri secara terbuka.

Baca Juga : Political Identity; Resiliensi Keummatan dan Geometri Kebangsaan

1.Bukan dengan anonimitas.
2.Bukan dengan akun palsu.
3.Bukan dengan bisik-bisik digital.

Karena orang Makassar tidak berbicara dari belakang. Jika ingin mengkritik, lakukan di depan.Jika ingin menyerang, tunjukkan diri. Itulah “tau mangkasara.”

JK Bukan Sekadar Tokoh, Ia Representasi

Baca Juga : Kepala Daerah Di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-Down Pusat

Jusuf Kalla bukan hanya mantan wakil presiden, pengusaha sukses, atau politisi senior.Ia adalah representasi dari satu nilai yang makin jarang.berani berkata benar, di depan, tanpa sembunyi.Dan mungkin itu yang membuat sebagian orang tidak nyaman.Karena di tengah dunia yang penuh topeng, kejujuran yang terlalu terang memang terasa menyilaukan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : SULTAN (Aktivis Muda Tombolo Pao Gowa)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda