Sementara itu, beberapa penumpang yang mengalami luka berat diidentifikasi sebagai dua wanita dewasa dan seorang anak-anak yang diduga mengalami patah tulang kaki akibat terhimpit muatan yang bergeser.
Penanganan dan Keamanan Kapal
Sementara proses evakuasi berlangsung, petugas dari TNI AL melakukan upaya untuk menangani kapal dengan mengeluarkan muatan secara bertahap guna mengurangi kemiringan kapal, sehingga potensi kemalangan lebih lanjut dapat diminimalisir.
Denih Hendrata menambahkan, “Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami akan terus hadir untuk bertindak cepat di setiap situasi darurat kemanusiaan.”
Penyebab Insiden Masih Dalam Penyelidikan
Hingga kini, penyebab pasti insiden kapal miring tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Namun, pihak TNI AL dan Basarnas terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di dalam kapal.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
