HARIAN.NEWS, AUSTRALIA – Dalam balutan suasana hangat dan penuh persahabatan, Kepala Badan POM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memimpin langsung pertemuan strategis dengan Duta Besar RI untuk Australia beserta jajaran pengusaha Negeri Kanguru.
Pertemuan ini bukan sekadar diplomasi formal, melainkan sebuah langkah nyata untuk merajut kepercayaan, menumbuhkan harapan, dan membuka pintu investasi khusus sektor kesehatan baik pangan, farmasi yang bermanfaat bagi kedua bangsa.
Baca Juga : Taruna Ikrar Paparkan Konsep World Class University dan ABG kepada Gubernur URI Donny Ermawan
Diplomasi yang Menyentuh Hati
Taruna Ikrar menegaskan bahwa investasi kesehatan dan pangan bukanlah semata bisnis, melainkan amanah untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kerjasama ini adalah jembatan, bukan hanya antara pemerintah dan pengusaha, tetapi juga antara hati yang sama-sama ingin menghadirkan kebaikan,” ujarnya penuh semangat.
Baca Juga : Presiden Prabowo Apresiasi Taruna Ikrar Usai BPOM Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Dunia
Indonesia sebagai Rumah Investasi
Dalam dialog yang cair, para pengusaha Australia menyampaikan komitmennya untuk memperkuat rantai pasok obat, pangan, dan produk kesehatan di Indonesia. Taruna Ikrar menyambut dengan optimisme, menekankan bahwa Indonesia kini tidak hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga sebagai rumah investasi strategis yang menjanjikan keberlanjutan dan keberkahan.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Baca Juga : Taruna Ikrar Dorong Unpad Perkuat Kolaborasi ABG untuk Hilirisasi Riset dan Inovasi Farmasi
Pertemuan di Canberra ini seolah menjadi penanda jejak diplomasi kesehatan global Indonesia. Semangat kolaborasi yang dibawa Taruna Ikrar mencerminkan wajah Indonesia yang terbuka, berdaulat, dan siap menjadi mitra terpercaya. Harapan besar pun tumbuh: investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga meninggalkan warisan kemanusiaan bagi generasi mendatang.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
