;
Tanpa sadar kesalahan demi kesalahan di negeri ini dijadikan alat memprovokasi oleh berbagai kepentingan. Apakah mereka dari bangsa sendiri atau bangsa lain.
Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan
Energi terkuras seolah ditujukan agar kemarahan, kebencian dipakai untuk membenci pemerintah. Mari merenung sejenak akan diapakan persoalan yang diciptakan sedemikian rupa tersebut.
Perang kepentingan, dimana kesalahan menginterpretasi ada didalamnya sebagai sampah menciptakan disharmonisasi. Boleh marah boleh kecewa tetapi tetap menjaga kedamaian.
Ubah mindset, negara kita negara yang besar, kekayaan alam melimpah mari dijaga dengan hati dan kecerdasan maksimal.
Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan
Terus suarakan, perjuangan belum usai memerangi berbagai bentuk pembusukan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

