Beberapa sumber yang membahas isu ini juga menyebut potongan yang beredar memperlihatkan materi dengan latar dan sosok yang berbeda. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan seluruh cuplikan merupakan bagian dari satu video panjang tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
Nama Indomaret Ikut Dicatut dalam Narasi Viral
Baca Juga : Ramai Link Video Viral Batang di Telegram, Polisi Peringatkan Ancaman Hukum dan Malware
Nama Indomaret ikut muncul dalam sejumlah caption dan unggahan yang membahas isu tersebut.
Namun, penyebutan nama sebuah perusahaan atau profesi tertentu dalam caption media sosial bukanlah bukti bahwa orang yang tampil dalam sebuah video benar-benar merupakan karyawan perusahaan tersebut.
Hal ini penting diperhatikan karena informasi yang berasal dari unggahan anonim dapat dengan mudah ditambahkan, diubah, atau dipelintir untuk meningkatkan jumlah penonton dan interaksi.
Baca Juga : Polri Bekuk Sindikat Phishing Lintas Negara, Sita Aset Rp 4,5 Miliar!
Dengan kata lain, viral bukan berarti terverifikasi.
Pola Clickbait dan Umpan Rasa Penasaran
Fenomena ini juga memperlihatkan pola lama di media sosial: sebuah potongan konten diberi narasi sensasional, kemudian pengguna diarahkan untuk mencari “versi lengkap” melalui tautan tertentu.
Baca Juga : Bukan dari Indonesia! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Hoaks
Semakin tinggi rasa penasaran publik, semakin besar peluang kata kunci tersebut dimanfaatkan oleh akun atau situs yang mengejar klik.
Tautan dengan klaim “video full 7 menit” perlu dicermati. Sebab, pengguna bisa saja diarahkan ke halaman yang tidak memiliki hubungan dengan konten yang dicari.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
