Dalam sejumlah kasus, halaman semacam itu dapat meminta pengguna melakukan berbagai tindakan sebelum bisa mengakses konten, mulai dari membuka halaman lain hingga memasukkan informasi pribadi.
Waspada Link Palsu dan Phishing
Baca Juga : Ramai Link Video Viral Batang di Telegram, Polisi Peringatkan Ancaman Hukum dan Malware
Risiko terbesar dari tren pencarian seperti ini bukan hanya soal informasi yang belum terbukti. Pengguna juga perlu mempertimbangkan keamanan akun dan data pribadi.
Tautan yang tidak jelas sumbernya berpotensi membawa pengguna ke situs berbahaya atau halaman phishing. Karena itu, jangan memasukkan kata sandi, kode OTP, PIN, nomor kartu, maupun data pribadi hanya karena sebuah tautan menjanjikan akses ke video viral.
Redaksi harian.news mengingatkan pengguna agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang beredar bersama narasi video tersebut.
Baca Juga : Polri Bekuk Sindikat Phishing Lintas Negara, Sita Aset Rp 4,5 Miliar!
Jika sebuah unggahan hanya menawarkan “link full” tanpa sumber yang jelas, langkah paling aman adalah mengabaikannya.
Jangan Sebarkan Konten yang Belum Terverifikasi
Selain risiko keamanan digital, penyebaran konten yang belum jelas sumbernya juga dapat merugikan orang yang identitasnya dikaitkan dengan materi tersebut.
Baca Juga : Bukan dari Indonesia! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Hoaks
Karena itu, pengguna media sosial sebaiknya tidak ikut menyebarkan foto, potongan video, identitas, maupun tuduhan yang belum dapat dibuktikan.
Pencarian terhadap sebuah kata kunci memang dapat menunjukkan bahwa sebuah isu sedang ramai. Namun, tingginya pencarian tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa informasi di balik kata kunci tersebut benar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
