MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Program lorong yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sejak periode pertamanya kian berkembang.
Dahulu hanya sebatas Lorong Garden (Longgar) namun sekarang lebih ditingkatkan menjadi Lorong Wisata atau sering disebut Longwis. Dari kuliner UMKM hingga pemenuhan pangan dengan 7 komoditi lengkap ada di dalamnya.
Baca Juga : Naoemi Octarina Dampingi Penyaluran 269 Alat Usaha untuk UMKM Sulsel
Seperti rilis yang dikirimkan ke redaksi, harian.news, longwis ini bukan hanya sekadar slogan atau kata-kata semata. Longwis ini memberikan banyak harapan hidup buat masyarakat sekitarnya.
Contohnya saja, salah satu kuliner yang ada di Longwis Sydney, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakukkang. Di dalam lorongnya terdapat kafe terapung yang menjual berbagai makanan.
Kehadiran kafe terapung ini membuat salah satu warga sekitar, Basri Hendra, Jl BTN Citra Tello Permai RW 11 RT 6, Kelurahan Tello Baru, merasa bersyukur.
Baca Juga : Green Culture dan Cerita UMKM Tetap Cuan Tanpa Plastik
Pasalnya, dia yang awalnya tak memliki pekerjaan, akhirnya bisa bekerja setelah ada Rumah Makan dan Kafe Terapung Longwis Sydney sebagai tukang bakar ikan nila.
“Saya merasa sangat bersyukur akhirnya saya dan teman-teman saya bisa bekerja di sini. Walaupun di dalam lorong tapi kami bangga karena lumayan banyak pengunjung,” ucapnya, Jumat (11/11/2022).
Basri mengaku dengan adanya Rumah Makan dan Kafe Terapung Longwis Sydney sangat membantu dalam memenuhi kehidupan sehari-seharinya.
Baca Juga : Dukung UMKM Berdaya, Wagub Fatmawati Rusdi Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar
Katanya, di Kafe Terapung Longwis Sydney ini kebanyakan pengungjung memesan ikan nila bakar. Namun, pengunjung punya banyak pilihan bisa digoreng atau dimasak kuning.
Ia berharap destinasi kuliner di Longwis semakin baik kedepannya agar pengunjung bisa lebih banyak dari biasanya.
Longwis ini dihadirkan di tengah-tengah masyarakat untuk menciptakan kemandirian masyarakat secara ekonomi dimulai dari dalam lorong.
Baca Juga : KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Raup Rp1,028 Miliar
Terbukti secara angka Kota Makassar mampu mengendalikan inflasi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Makassar per oktober 2022 mengalami deflasi 0,11 persen atau inflasi -0,11 persen.
Dengan angka nyata tersebut, inflasi Kota Makassar mengalami penurunan dari 4,8 persen pada periode sebelumnya. (*)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
