HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menilai bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga meskipun di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan domestik.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat bulanan Dewan Komisioner OJK, 04 September 2025, yang menyoroti sejumlah indikator makro dan sektor keuangan.
Baca Juga : Perbankan Sulsel Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp215,79 Triliun
“Dalam laporan global, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,0 % pada 2025 dan 3,1 % pada 2026,” jelasnya
Revisi tersebut dipengaruhi oleh antisipasi kebijakan tarif dan likuiditas global yang membaik. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga merevisi proyeksi perdagangan global untuk 2025 menjadi 0,9 %, lebih tinggi dibanding prediksi sebelumnya yang negatif.
Mahendra menyebut bahwa perbaikan kondisi global ini membuka ruang bagi aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga : OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Seminar Dana Pensiun
“Dukungan eksternal kini menjadi angin segar bagi stabilitas keuangan nasional,” katanya.
Di dalam negeri, Mahendra menyoroti bahwa perekonomian masih tumbuh kokoh dan intermediasi sektor keuangan mencatat pertumbuhan positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025, meski volatilitas masih muncul karena dinamika domestik.
Baca Juga : Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek, OJK Tetap Optimistis
Mahendra juga menyebut bahwa likuiditas lembaga keuangan berada pada level sehat, sementara rasio solvabilitas tetap memadai.
“Hal ini menjadi landasan bahwa sistem keuangan Indonesia cukup tangguh menghadapi guncangan eksternal maupun tekanan domestik,” bebernya.
Dengan optimisme tersebut, Mahendra menegaskan bahwa OJK akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat kebijakan mitigasi risiko, dan menjaga koordinasi dengan lembaga lain agar momentum stabilitas ini tidak terganggu.
Baca Juga : Pascarebalancing MSCI, OJK Fokus Tingkatkan Daya Saing Pasar Modal
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
