Logo Harian.news

Tangan Besi pada Kabinet Merah Putih

Mengupas Gaya Kepemimpinan Andi Amran Sulaiman

Editor : Redaksi Rabu, 10 Desember 2025 20:30
Mentan Amran Sulaiman. Dok. Ist
Mentan Amran Sulaiman. Dok. Ist

 

Oleh: Muhammad Khansa Faiz Riandika

(Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia)

Baca Juga : Didukung Polri, Produksi Jagung Naik 1 Juta Ton dan Stok Beras Capai Rekor

HARIAN.NEWS – Bagi masyarakat biasa, pergantian pejabat seringkali dianggap biasa saja. Namun, hal ini terasa berbeda di sektor kementerian pertanian.

Di tengah lonjakan harga beras dan ancaman kekeringan, Andi Amran Sulaiman adalah sosok teknokrat yang kembali dipercaya memimpin kementerian pertanian.

Reputasinya dalam menindak tegas terhadap penyelewengan di masa lalu membuat kembalinya Amran membawa harapan baru bagi petani maupun konsumen.

Baca Juga : Mentan Amran Pamer Kesiapan Swasembada Bawang Putih di Hadapan Petani NTB, Target Hentikan Impor Maksimal 5 Tahun

Sebelumnya, Amran pertama kali menjabat sebagai Menteri Pertanian sejak 2014 hingga 2019 di era pemerintahan Joko Widodo, kemudian pada 25 Oktober 2023 ia dilantik kembali menjadi menteri pertanian untuk periode 2019–2024 menggantikan menteri yang tersandung kasus.

Di masa kepemimpinannya dulu, Kementan di bawah Amran sempat meraih swasembada pangan terutama untuk beras, jagung dan bawang merah sehingga menjadi bagian dari program pangan nasional.

Dia bahkan berhasil membawa kementan meraih WTP dari BPK pada 2016, 2017, 2018 dan 2019. Juga menerima penghargaan anti Gratifikasi KPK pada 2017 dan 2018. Berdasarkan pencapaian nya tersebut, itulah alasan kenapa dia kembali menjadi menteri pada kabinet merah putih.

Baca Juga : Mentan Amran Lantik 55 Pejabat, Tegaskan Meritokrasi dan Akselerasi Produksi Menuju Ekspor

Masyarakat lebih mengenalnya dengan satu ciri khas, yaitu “tangan besi” karena ia tak segan memarahi bawahan di depan umum atau mengancam pengusaha nakal yang melakukan tindakan kesalahan.

Pertanyaannya bagi kita sebagai masyarakat, “apakah gaya keras ini
sekadar pencitraan politik, atau memang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit di birokrasi pertanian?”

Gaya Memimpin yang Benar-
Benar Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat

Masyarakat kini sudah lelah dengan banyaknya berita korupsi yang melibatkan pejabat tinggi publik. Maka ketika Amran melakukan gebrakan “bersih-bersih” internal, berita ini menarik perhatian bagi masyarakat.

Baca Juga : Produksi dan Stok Beras Surplus, Raffi Ahmad Ajak Generasi Muda Kuatkan Sektor Pertanian

Dimana pada Oktober 2024 lalu, media massa melaporkan pencopotan 3 orang yang berstatus eselon II dan III di Kementan yang terbukti meminta komisi proyek hingga Rp10 miliar.

Tak lama kemudian, pada November 2024 11 pejabat lainnya dicopot karena terindikasi “main” dalam pengadaan pupuk dan ini fakta yang terjadi di lapangan.

Dalam perspektif teori kepemimpinan, apa yang dilakukan Amran ini disebut DirectivevLeadership (Teori Path-Goal) kenapa Amran disebut Directive Leadership, karena gaya ini melibatkan pemberian instruksi spesifik, harapan yang jelas, serta pedoman tugas yang mendetail kepada bawahan serta pemimpin juga melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja tim.

Masyarakat melihat ini sebagai langkah pemimpin yang tahu persis jalan mana yang harus ditempuh dan berani menyingkirkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di birokrasi nya.

Di tengah krisis kepercayaan masyarakat, gaya memimpin yang memberi instruksi tegas tanpa basa-basi seperti ini justru yang disukai masyarakat daripada pemimpin yang seolah baik tapi lambat dalam bertindak.

Ketegasannya Membuat Petani Segan Sekaligus Percaya

Ketegasan Amran terlihat ketika merespons keluhan petani tentang harga pupuk subsidi yang diganggu mafia. Tanpa banyak omong, ia mengancam pencabutan izin distributor secara permanen.

Ini bukan ancaman biasa buktinya, empat perusahaan pupuk benar-benar dicabut izin edarnya karena memalsukan kualitas. Bagi masyarakat, kombinasi antara berani
menghukum dan paham akan masalah yang nyata di lapangan inilah yang membuat kepemimpinannya efektif.

Apakah Ini Gaya Otoriter yang Membawa Hasil ?

Mungkin sebagian pihak menilai gaya Amran terlalu otoriter. Ia memusatkan keputusan dan menuntut kerja super cepat. Dapat dilihat pada program Pompanisasi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Demi mengejar target panen tiga kali setahun, puluhan unit pompa
digelontorkan dalam waktu singkat untuk mengairi ratusan hektare sawah. Target nasionalnya pun tak main-main yaitu 70.000 unit pompa.

Apakah gaya otoriter ini buruk ? Belum tentu. Ia memang keras dan otoriter tapi tujuannya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk hasil kerja (output) yang untuk dinikmati oleh masyarakat luas.

Selama “tangan besi” itu digunakan untuk memukul mafia pangan dan memastikan pupuk sampai ke tangan petani, masyarakat cenderung memaklumi bahkan mendukung gaya otoriter tersebut.

Masyarakat lebih peduli pada ketersediaan pangan dan harga yang stabil daripada birokrasi yang tidak menghasilkan apa-apa karena masyarakat lebih senang pada dampak nyata daripada proses yang berbelit-belit.

Referensi & Sumber Data:

Kementerian Sekretariat Negara. (2024, June 26).
Respons potensi kekeringan panjang,
Presiden tinjau pompanisasi di Kotawaringin Timur.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023, November 2). Menteri segudang prestasi,
Amran Sulaiman berbenah kejar target peningkatan produksi. PSP Pertanian.
https://psp.pertanian.go.id/berita/menteri-segudang-prestasi-amran-sulaiman-berbenah-keja
r-target-peningkatan-produksi
CNBC Indonesia. (2024, November). Mentan Amran Copot 11 Pejabat Kementan Terkait
Kasus Pupuk. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024, Oktober). Mentan Amran Tindak Tegas
Pejabat Terindikasi Korupsi. Pertanian.go.id. https://www.pertanian.go.id
Liputan6.com. (2024, Oktober). Kasus Suap Proyek, Mentan Amran Copot Tiga Pejabat
Eselon. Liputan6. https://www.liputan6.com
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024, November 27). Mentan Amran tegas
blacklist dan cabut izin 4 perusahaan pemalsu pupuk demi lindungi petani. PSP Pertanian.
https://psp.pertanian.go.id/berita/mentan-amran-tegas-blacklist-dan-cabut-izin-4-perusahaan-
pemalsu-pupuk-demi-lindungi-petan
Dibuat Oleh: Muhammad Khansa Faiz Riandika. Mahas

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda