Logo Harian.news

Misteri Daun Diam saat Salat Id: Fenomena Spiritual atau Sains?

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 21 Maret 2026 20:04
Jamaah salat Id mendengarkan khutbah Idulfitri di lapangan Bontotangnga Kecamatan Bonto Tiro Bulukumba, Sabtu (21/3/2026. (Suasana khidmat salat Id yang sering diiringi fenomena alam yang tenang) ||facebook@awetmuda
Jamaah salat Id mendengarkan khutbah Idulfitri di lapangan Bontotangnga Kecamatan Bonto Tiro Bulukumba, Sabtu (21/3/2026. (Suasana khidmat salat Id yang sering diiringi fenomena alam yang tenang) ||facebook@awetmuda

Fenomena “Alam Mematung” saat Salat Id, Benarkah Daun Ikut Bersujud?

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Setiap kali hari raya Idulfitri maupun Iduladha tiba, media sosial kerap diramaikan dengan narasi serupa: alam seolah berhenti bernapas.

Banyak jamaah bercerita betapa heningnya suasana saat khutbah berlangsung, hingga tak sehelai daun pun bergoyang.

Kejadian ini seringkali dibalut dengan narasi spiritual yang kental. Namun, di balik keheningan yang magis tersebut, apakah ada penjelasan logis yang bisa diterima nalar?

Mari kita bedah fenomena daun diam saat salat Id dari sisi keyakinan maupun sains.

Antara Tradisi dan Kepercayaan Spiritual

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, fenomena ini bukanlah kebetulan. Ada keyakinan mendalam bahwa alam semesta ikut merayakan hari kemenangan.

Beberapa poin yang sering beredar di masyarakat antara lain:

Penghormatan Makhluk Hidup:
Tumbuhan dianggap sedang “bersujud” dan berhenti beraktivitas sebagai bentuk takzim pada hari suci.

Kehadiran Malaikat:
Narasi populer menyebutkan jutaan malaikat turun ke bumi untuk mengaminkan doa, sehingga atmosfer terasa “padat” dan menekan pergerakan angin.

Indikator Keberkahan:
Keheningan total dianggap sebagai tanda bahwa ibadah di lokasi tersebut diterima oleh Sang Pencipta.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda