Logo Harian.news

Munafri Tawarkan Makassar sebagai Pintu Investasi Indonesia Timur di Forum IGS 2026

Editor : Redaksi II Rabu, 24 Juni 2026 21:20
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Dok. Humas
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Dok. Humas

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkenalkan berbagai potensi dan peluang investasi Kota Makassar kepada delegasi 28 negara sahabat dalam ajang Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Makassar Investment Forum 2026.

Forum yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026), tersebut menjadi momentum Pemerintah Kota Makassar untuk menawarkan posisi strategis kota ini sebagai pusat perdagangan, investasi, dan konektivitas ekonomi kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Makassar itu menghadirkan perwakilan negara sahabat, pelaku usaha, serta investor internasional melalui agenda presentasi potensi investasi, pameran komoditas ekspor, dan sesi business matching.

Dalam pemaparannya, Munafri menegaskan Makassar memiliki posisi strategis sebagai penghubung utama antara kawasan Indonesia Barat dan Timur.

“Makassar adalah kota terbesar kelima di Indonesia dan menjadi pusat koneksi logistik antara Indonesia Barat dan Timur. Sejak abad ke-16, kota ini telah menjadi simpul perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai bangsa,” ujar Munafri.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, kekuatan Makassar tidak hanya berasal dari letak geografis, tetapi juga ditopang oleh infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka terhadap investasi.

Ia menyebut keberadaan Makassar New Port sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia Timur serta Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai simpul transportasi utama kawasan menjadi modal penting dalam memperkuat arus perdagangan.

Selain itu, posisi Makassar yang berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadikan kota ini memiliki peluang besar sebagai koridor perdagangan internasional.

Dari sisi ekonomi, Munafri memaparkan perkembangan Makassar yang terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kota mencapai 6,61 persen pada 2026 dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali.

“Makassar adalah rumah bagi sekitar 1,5 juta penduduk yang menggerakkan ekonomi dinamis. Pertumbuhan ekonomi kami menunjukkan bahwa kota ini memiliki prospek investasi yang menjanjikan,” katanya.

Untuk memperkuat kemudahan berusaha, Pemkot Makassar juga terus mendorong transformasi digital melalui konsep smart city. Salah satunya melalui pengembangan Superapps Lontara yang mengintegrasikan layanan publik, perizinan, dan informasi investasi pemerintah kota.

Munafri juga menyampaikan capaian investasi Kota Makassar yang pada 2025 mencapai Rp5,2 triliun. Dari angka tersebut, sekitar Rp1,13 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Menurutnya, sejumlah negara telah menjadi bagian dari perkembangan investasi Makassar, dengan Malaysia sebagai salah satu investor asing terbesar, disusul Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Jepang.

“Kami percaya masih banyak ruang bagi negara-negara sahabat untuk menjadi bagian dari pertumbuhan Makassar. Kami mengundang para investor untuk melihat langsung peluang yang kami tawarkan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Munafri juga memperkenalkan sejumlah proyek strategis yang terbuka untuk kerja sama investasi.

Beberapa proyek yang ditawarkan antara lain pengembangan Sport Tourism Hub melalui pembangunan Stadion Untia sebagai pusat olahraga dan kawasan ekonomi baru Indonesia Timur, serta pengembangan Ekowisata Pulau Lanjukang sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional.

Selain itu, Pemkot Makassar juga membuka peluang investasi pengembangan kawasan industri baru PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) di wilayah Maros yang diarahkan untuk mendukung sektor manufaktur dan logistik.

Tak hanya infrastruktur, Munafri turut mempromosikan potensi komoditas unggulan Sulawesi Selatan yang telah menembus pasar global, seperti produk perikanan, rumput laut, kopi Toraja, dan berbagai hasil pertanian bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, Makassar memiliki keunggulan lain berupa sumber daya manusia yang didukung oleh keberadaan perguruan tinggi dan kolaborasi akademik internasional.

“Makassar didukung oleh universitas yang aktif dalam kerja sama internasional, penelitian, serta program pertukaran mahasiswa. Ini menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Munafri mengajak para delegasi dan investor negara sahabat untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Kota Makassar.

“Makassar bukan sekadar kota di atas peta. Makassar adalah pasar yang terus tumbuh, kota yang ramah investasi, dan gerbang menuju pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur,” tutup Appi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda