Logo Harian.news

OJK Ingatkan ASN Batang Jangan Tergiur Keuntungan Investasi Instan

Editor : Redaksi II Senin, 05 Oktober 2026 17:38
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok OJK)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Batang agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat. Masyarakat diminta memastikan legalitas penyelenggara dan kewajaran keuntungan sebelum menanamkan dana.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Batang.

Hasan menekankan pentingnya prinsip Cek 2L, yakni Legal dan Logis. Masyarakat perlu memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki legalitas yang jelas serta menilai apakah keuntungan yang dijanjikan masuk akal.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penawaran investasi palsu yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk media sosial, WhatsApp, dan teknologi deepfake.

Selain memeriksa legalitas produk dan penyelenggara, calon investor diminta memahami karakteristik instrumen investasi serta risiko yang menyertainya. Keputusan investasi sebaiknya tidak didasarkan pada dorongan untuk memperoleh keuntungan secara instan.

Hasan juga mengimbau masyarakat tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi. Dana yang digunakan sebaiknya merupakan uang dingin, yakni dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Seperti Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik, investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin. Jangan mengejar keuntungan secara instan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pasar modal dapat menjadi salah satu pilihan investasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Instrumen yang tersedia meliputi saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF), dengan nominal investasi mulai Rp100 ribu.

Edukasi tersebut diikuti ASN Pemerintah Kabupaten Batang. Dalam kegiatan CMGTO, sebanyak 117 ASN membuka Single Investor Identification (SID) melalui perusahaan efek. Acara juga dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.

Wakil Bupati Batang, Suyono, mengatakan edukasi pasar modal dapat membantu ASN memahami investasi secara lebih bijak dengan mempertimbangkan risiko dan tujuan keuangan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan dapat menghubungi Kontak OJK 157.

Melalui rangkaian SEPMT 2026, OJK juga menyasar perusahaan di kawasan industri, jurnalis ekonomi lokal, serta pengurus dan santri Pondok Modern Tazzaka. Program ini bertujuan memperluas literasi pasar modal kepada berbagai kelompok masyarakat agar akses investasi disertai pemahaman risiko dan pelindungan konsumen.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda