Logo Harian.news

Pengelolaan Dana Hibah Diminta Diusut di Kejati, Begini Penjelasan Pihak Masjid Agung UINAM

Editor : Rasdianah Rabu, 20 Maret 2024 17:41
Suasana Masjid Agung Sultan Alauddin, foto : HN/Sinta
Suasana Masjid Agung Sultan Alauddin, foto : HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) meminta Kejaksaan Tinggi Sulsel mengusut aliran dana hibah pembangunan Masjid Agung UIN Alauddin Makassar (UINAM) di Samata, Gowa, yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaannya.

Merespons hal tersebut, Ketua Pengurus Masjid, Prof Kamaluddin Abunawas mempertanyakan bentuk ketidaktransparan yang dimaksud Laksus. Pasalnya, seluruh dana hibah yang masuk untuk masjid Agung Sultan Alauddin tersebut selalu dibuatkan laporan.

“Apanya tidak transparan? Semua dana hibah kita terus melakukan laporan,” ujar Kamaluddin nama karibnya, kepada Harian.News dengan nada sedikit kesal, Rabu (20/3/2024).

Baca Juga : Kesbangpol Tuntaskan Pencairan Dana Hibah Pilkada 2024

Ia bahkan meminta Laksus untuk berkunjung ke Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengecek sendiri laporan yang telah dibuat pengelola masjid.

“Suruh aja datang ke yang memberi hibah (Pemprov dan IKA UIN), di sana semua pelaporannya,” tegasnya

Kamaluddin juga tidak mau ambil pusing terkait Laksus yang meminta Kejati mengusut dana hibah tersebut.

Baca Juga : Pilkada Serentak Sulsel, Wajo Jadi Kabupaten Pertama Transfer 100% Dana Hibah

“Sudah ya, sudah ya, saya tidak mau layani yang begitu begitu, saya urusi masjid saja,” tandasnya.

Sementara salah satu staf pengelola Masjid Agung Alauddin yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, dana hibah di awal bersumber dari Pemprov Sulsel. Dengan rincian tahap pertama sebesar Rp 5 miliar.

“Anggaran ini disalurkan di era Gubernur Nurdin Abdullah. Kemudian tahap dua senilai Rp 1,5 miliar, dan ini telah dibuat dalam bentuk laporan dan diserahkan ke Pemprov,” ujarnya.

Baca Juga : Bukan Rp 5 Ribu, Ternyata Segini Besaran Ideal Dana Hibah Parpol Menurut PKS Makassar

Bahkan, katanya seluruh kwitansi selama proses pembangunan Masjid Agung Sultan Alauddin masih disimpan dengan rapi dan lengkap dalam laporan kepanitiaan.

“Semuanya ada laporannya ya, selesai mi dipake di atapnya itu, plafonnya juga jadi mi,” ujarnya

“Atau langsung ke sini saja, saya kasih laporannya ada semua kwitansi-kwitansinya, atau ke kantor Gubernur saja ada laporannya di sana itu,” ujarnya.

Baca Juga : Kesbangpol Makassar Naikkan Dana Hibah Parpol Sebesar Rp 3 MiliarĀ 

Di tahap selanjutnya, lanjutnya, ada hibah dari BNI sebesar Rp 1,5 miliar dan IKA UIN Alauddin Makassar sebesar Rp 500 juta.

“Kalau BNI itu pemborongnya langsung bukan dari kita,” tegasnya

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943
Penulis : NURSINTA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda