Suasana sejenak hening.
Hanya suara sendok beradu cangkir yang terdengar.
Baca Juga : Keluar dari Kejagung, Dadan Hindayana Kenakan Rompi Tahanan
Mas Bro kembali melanjutkan.
“Kalau aparat melakukan penggeledahan, berarti mereka sedang bekerja mengumpulkan fakta. Bukan opini, bukan asumsi, tetapi fakta.”
Om Haria menimpali.
Baca Juga : Kantor BGN Digeledah Jampidsus, Pegawai Tak Bisa Masuk
“Makanya pemerintah juga meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan.”
Deng Kio tertawa kecil.
“Masalahnya sekarang media sosial lebih cepat daripada aparat.”
Baca Juga : Dadan Dipecat dan Diganti Nanik sebagai Kepala BGN, Irma Sebut Wajar
“Belum ada hasil resmi, kesimpulannya sudah keliling kampung,” sambungnya.
Semua tertawa lagi.
Tiba-tiba dari sudut meja terdengar suara khas Daeng La’lang.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Dashboard MBG Terbuka, Guru Bisa Lapor Menu Bosen
“Di negeri ini kadang-kadang gosip sudah lari 100 meter, faktanya baru pakai sepatu.”
Meja langsung pecah oleh gelak tawa.
Daeng La’lang lalu melanjutkan dengan gaya serius yang jarang terlihat.
“Tapi satu hal yang pasti, kalau ada isu yang membuat publik resah, maka cara terbaik menjawabnya adalah keterbukaan dan penegakan hukum.”
Mas Bro mengangguk.
“Itu inti persoalannya.”
“Kalau memang ada pelanggaran, biarkan hukum berbicara.”
“Kalau tidak ada, biarkan fakta yang membersihkan nama pihak terkait.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
