Logo Harian.news

Political Identity; Resiliensi Keummatan dan Geometri Kebangsaan

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 15 April 2026 20:10
Iwan Mazkrib, Ketua Bidang Perlindungan HAM Badko HMI Sulsel  (doc_iwanmazkrib)
Iwan Mazkrib, Ketua Bidang Perlindungan HAM Badko HMI Sulsel (doc_iwanmazkrib)
APERSI

Dalam dinamika global, identitas agama semakin mudah dijadikan instrumen provokasi. Ia menyentuh emosi kolektif dan berpotensi memecah solidaritas sosial. Karena itu, stabilitas nasional tidak cukup ditopang oleh regulasi formal, tetapi oleh kedewasaan kesadaran publik mengurai narasi politik.

Resiliensi keummatan menjadi benteng utama, kemampuan untuk tidak mudah tersulut oleh narasi yang membelah, serta keberanian membaca realitas secara rasional.

Baca Juga : Kepala Daerah Di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-Down Pusat

Pada akhirnya, keummatan dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya adalah dua dimensi yang saling menopang, keummatan memberi fondasi etik, kebangsaan menyediakan ruang hidup bersama. Ketika iman kokoh dan rasionalitas terjaga, perbedaan tidak lagi menjadi sumber konflik, tetapi membentuk geometri persatuan yang stabil.

Keummatan sebagai akar nilai dan kebangsaan sebagai bentang makna bertaut dalam satu harmoni, perbedaan menguatkan, persatuan meneguhkan.

Framing teologi ke ruang politik tanpa basis keummatan dan kebangsaan pada akhirnya hanya akan mereduksi agama menjadi identitas. Momentum itu jatuhnya pada ‘political indentity’.

Baca Juga : Gowa Darurat atau Darurat Akal Sehat?

Bhinneka Tunggal Ika. Yakin Usaha Sampai.

Makassar, 15 April 2026 ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IWAN MAZKRIB (Ketua Bidang Perlindungan HAM BADKO HMI Sulsel)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda