HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Langkah Andi Aswan (AA) mencalonkan diri sebagai Dekan FEB Unhas bukanlah ambisi pribadi, melainkan sebuah panggilan hati.
Sebagai putra dari almarhum Dr. Abdul Rahman Panetto, M.A., Dekan FEB ke-12 (1985–1988), merupakan semangat pengabdian yang telah tumbuh dalam dirinya sejak dini.
AA menempuh pendidikan tinggi dengan penuh dedikasi. Meraih gelar sarjana di Unhas hingga menempuh pendidikan tinggi di Belanda. AA meraih gelar doktor di bidang administrasi bisnis.
Sosoknya dikenal tenang, pekerja keras, dan bersahaja. Kini, setelah berkarier akademik di berbagai posisi, termasuk Ketua Departemen Manajemen, ia merasa waktunya tiba untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.
“FEB punya banyak potensi, tapi belum terkonsolidasi. Ini saatnya kita satukan kekuatan internal dan eksternal untuk menjadikan FEB sebagai Fakultas Panutan,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (05/08/2025)
Untuk menjadi Fakultas terbaik tentu membutuhkan strategis yang didasari dari kekuatan yang telah dimiliki FEB dengan memetakan kelemahan untuk mendapatkan peluang dalam mengembangkan Tridarma bertaraf International.
“Kesempatan sudah sangat terbuka baik internal maupun eksternal oleh sebab itu AA merasa sudah saatnya melangkah memimpin FEB,” beber AA.
Dukungan terhadap AA datang dari berbagai lapisan akademisi, bukan karena membawa nama ayahnya mantan dekan FEB, tetapi rekam jejak dan integritasnya yang sudah terbukti merupakan bukti kinerjanya.
Ia percaya bahwa perubahan yang baik tidak datang dari ambisi, melainkan dari niat tulus untuk memperbaiki karena menjadi pimpinan FEB adalah amanah besar untuk dapat memberi manfaat bagi semua orang secara Adil .
Mengutip surah Surat Az Zariyat ayat 56, AA menyampaikan bahwa Allah tidak menciptakan manusia dan Jin kecuali untuk beribadah.
“Jadi bercita cita menjadi Dekan dan memperbaiki FEB adalah ibadah,” pungkasnya sambil tersenyum.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
