Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
HARIAN.NEWS, LUWU – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sejumlah lahan persawahan mengalami kekeringan yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi dan meningkatkan risiko gagal panen bagi petani.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Kondisi tersebut mendorong PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu dalam hal ini Dinas Pertanian serta Dinas Sosial dan FORDES MATAPPA melakukan sejumlah langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian terdampak.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah, mulai dari pemanfaatan pompa air, penyediaan sumur bor, hingga penggunaan water truck.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Dalam pelaksanaannya, penyiraman dilakukan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Luwu. Secara keseluruhan, upaya tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Dukungan difokuskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air agar tanaman padi yang telah ditanam tetap mendapatkan air selama musim kemarau.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Gunakan Jasa Hukum Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan langkah tersebut merupakan respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi petani dan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu serta FORDES MATAPPA.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, SP, M.Si, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian di Kabupaten Luwu. Eksplorasi Budaya Asia
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
“Persawahan di Kabupaten Luwu selama musim kemarau atau sekitar satu bulan terakhir ini memang berdampak besar terhadap petani, baik sawah irigasi terlebih untuk sawah tadah hujan,” ujar Islamuddin.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dalam membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Salah seorang petani asal Desa Senga Selatan, Adi, mengatakan kekeringan yang berlangsung sekitar satu bulan telah memengaruhi pertumbuhan tanaman padi di sawahnya.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Kolaborasi MDA, Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA tersebut diharapkan dapat membantu petani melewati periode kemarau sekaligus menjaga tanaman padi yang telah ditanam hingga masa panen.
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Penanganan dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan agar dukungan dapat menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
