Logo Harian.news

Hari Pramuka 2023

Sejarah dan Makna Hari Pramuka 2023, Menuju Sumber Daya Manusia yang Profesional

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 14 Agustus 2023 11:36
Tema Hari Pramuka 2023: Menelusuri Jejak Sejarah untuk Membangun Profesionalisme. Foto:ist
Tema Hari Pramuka 2023: Menelusuri Jejak Sejarah untuk Membangun Profesionalisme. Foto:ist
APERSI

JAKARTA,HARIAN.NEWS – Hari Pramuka tahun ini jatuh pada Senin, 14 Agustus 2023. Peringatan ini merayakan sejarah kelahiran Gerakan Pramuka yang memiliki makna mendalam.

Sejarah lahirnya Gerakan Pramuka ditandai dengan penyerahan panji-panji Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961.

Baca Juga : Selamat Hari Pramuka 2023, Bagikan Kesanmu dengan Postingan Kekinian Gaes

Sebelumnya, pada 30 Juli 1961, Istora Senayan menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah kepanduan Indonesia. Saat itu, seluruh tokoh-tokoh kepanduan Indonesia menyatakan bergabung dengan organisasi gerakan Pramuka. Hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Tema Hari Pramuka 2023 adalah “Sumber Daya Manusia yang Profesional”. Pesan di balik tema ini adalah untuk membangun citra positif Gerakan Pramuka ke depan dengan mempersiapkan dan melibatkan sumber daya manusia yang profesional dan proporsional. Hal ini mencerminkan komitmen untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kualitas profesionalisme yang tinggi.

Sejarah Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus memiliki akar yang dalam. Pada tahun 1912, cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) muncul di Indonesia. Pada tahun 1916, organisasi tersebut berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Baca Juga : Kunjungi Takalar, Mentan SYL Serahkan Bantuan Alsintan

Pada tahun yang sama, Mangkunegara VII mendirikan Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Keberadaan JPO menjadi pemicu lahirnya gerakan nasional lainnya yang menciptakan berbagai organisasi serupa seperti Hizbul Wahton (HM), JJP (Jong Java Padvinderij), Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), dan Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Semakin berkembangnya organisasi pramuka di Indonesia, Belanda melarang penggunaan istilah “Padvinder” bagi organisasi kepramukaan di luar wilayahnya.

Oleh karena itu, K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia. Pada 23 Mei 1928, Persaudaraan Antar Pandu Indonesia (PAPI) terbentuk dengan anggota dari berbagai organisasi, seperti INPO, SIAP, NATIPIJ, dan PPS.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda