Setelah kemerdekaan Indonesia, pada 28 Desember 1945, lahir kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia. Namun, pada tahun 1960, pemerintah dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) berupaya membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia.
Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia untuk melebur organisasi kepanduan menjadi satu nama, yaitu Pramuka. Peristiwa ini dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.
Baca Juga : Selamat Hari Pramuka 2023, Bagikan Kesanmu dengan Postingan Kekinian Gaes
Pada 30 Juli 1961, di Istora Senayan, tokoh-tokoh kepanduan Indonesia menyatakan bergabung dengan organisasi gerakan Pramuka. Hari ini dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Namun, momen paling bersejarah terjadi pada 14 Agustus 1961, ketika Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) dilakukan yang dipimpin oleh Presiden Soekarno, Sultan Hamengkubuwono XI, dan Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh.
Pada hari ini, Pramuka resmi lahir dengan penyerahan panji-panji Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh Pramuka. Peristiwa ini masih diperingati setiap tanggal 14 Agustus hingga saat ini.
Pembentukan Gerakan Pramuka berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, menegaskan komitmen untuk mengembangkan kepanduan yang kuat dan profesional di Indonesia.
Baca Juga : Kunjungi Takalar, Mentan SYL Serahkan Bantuan Alsintan
Dengan mengenang sejarah yang menginspirasi dan tema yang menyoroti profesionalisme, Hari Pramuka 2023 hadir sebagai momentum untuk merenungkan perjalanan gerakan kepanduan Indonesia dan untuk terus mendorong perkembangan generasi yang profesional, proporsional, dan penuh semangat. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

