HARIAN.NEWS – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dalam wawancara dengan CNN, mengatakan pihaknya akan menghentikan pasokan senjata jika Israel melancarkan serangan ke Rafah.
“Kami tidak akan memasok senjata dan peluru artileri,” kata Biden dikutip dari AP News melalui kumparan, Kamis (9/5/2024).
Baca Juga : Anggota DPR RI Deng Ical Kecam Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI: Negara Harus Hadir
Biden menegaskan Israel perlu berbuat lebih banyak untuk melindungi kehidupan warga sipil di Gaza.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) juga menghentikan pengiriman bom ke Israel sejak pekan lalu. Keputusan itu diambil lantaran AS khawatir atas rencana Israel menginvasi Rafah.
Keterangan itu disampaikan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/5/2024). Pejabat itu meminta namanya disamarkan. Namun dia adalah pejabat senior di pemerintahan Joe Biden.
Baca Juga : Saat Prabowo Siap ke Teheran Fasilitasi Dialog
“Kami menghentikan satu pengiriman senjata pada pekan lalu,” kata pejabat senior itu seperti dikutip dari AFP.
“Itu terdiri dari 907 kg bom dan 226 kg bom,” sambung dia.
Menurut dia, AS cemas bom itu akan dipakai untuk menyerang wilayah padat penduduk. Rafah, yang ditargetkan Israel, menampung kurang lebih satu juta pengungsi di Gaza.
Secara historis, AS adalah pendonor senjata terbesar bagi Israel. Akan tetapi pada April 2024, Biden memutuskan meninjau kembali bantuan persenjataan ke Israel.
Baca Juga : Indonesia Impor Ratusan Ribu Ayam dari Amerika Serikat
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

