HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dalam rangka mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Mahasiswa Magang Mandiri dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi di Lapas Kelas I Makassar, Jumat (11/10/2024).
Acara ini dihadiri oleh pejabat struktural, pegawai Lapas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta para mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Koordinator Mahasiswa Magang Mandiri, Nur Khusnul Aprilyani, dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk WBP, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Pencegahan penyalahgunaan narkotika bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar, Dr. Nurwahid, S.Sos., M.Si., yang juga bertindak sebagai dosen pendamping, turut menyampaikan pentingnya edukasi berkelanjutan.
“Sebagai akademisi, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, agar mereka paham akan bahaya narkotika,” ungkap Nurwahid.
Sementara itu, PLH Kepala Lapas Kelas I Makassar, Heriyanto Syafrie, A.Md.I.P., S.Sos., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap kegiatan sosialisasi ini.
“Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai lembaga rehabilitasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membekali WBP dengan pengetahuan yang benar mengenai bahaya narkotika,” tegasnya.
Narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol. Dr. Agustinus Sollu, S.H., S.S., M.Si., memberikan materi yang komprehensif mengenai bahaya narkotika dan peran masyarakat dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam menghadapi tantangan ini.
“Kerjasama yang kuat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Kegiatan ini juga melibatkan diskusi interaktif dan simulasi situasi nyata, yang memungkinkan peserta untuk lebih memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika.
Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mendukung program P4GN dan menciptakan kesadaran yang lebih luas di masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan, semakin sadar akan bahaya narkotika dan berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
